Makanan khas Gunungkidul yang tersohor

Belalang Khas Kuliner Gunungkidul

Belalang Khas Kuliner Gunungkidul

TERASWARTA – Kuliner | Sejak dulu sampai sekarang pula aku selalu bangga dengan banyaknya tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Saat ini bahkan muncul tempat-tempat wisata baru seperti gua pindul, pantai indrayanti, dan masih banyak lagi.

Dulu dan bahkan sampai saat ini juga ada satu makanan yang selalu aku cari saat pulang di kampungku di kecamatan Playen, Gunungkidul atau lebih tepatnya desa Logandeng. Makanan yang aku cari itu adalah “enthung” atau kepompong ulat pohon jati atau pohon trembesi, namun sayang ini hanya ada di saat-saat tertentu saja. Belalang goreng, ini dia yang selalu ada hampir di sepanjang musim. dan sangat mudah aku temukan.

Saat ini bahkan belalang goreng sudah dikemas dengan sangat bagus di dalam toples atau plastik. Ini akan kita jumpai di toko oleh-oleh sepanjang jalan wonosari atau siyono.

Tentang walang atau belalang ini mungkin bukan hal yang aneh dibicarakan di banyak media dan saya pun pernah menulisnya di media, hanya rasanya tidak sah jika saya berkesempatan berbagi dengan sahabat teraswarta kok tidak bercerita tentang makanan yang sangat enak ini. Makanan alternatif saat berburu di tempat-tempat kuliner di Gunungkidul.

Berbekal rasa kagum atas makanan ini saya kemudian mencoba mencari data tentang makanan belalang ini di media internet. bertanyalah saya tantang informasi-informasi mengenai makanan ini dan alhasil ternyata luar biasa. Makanan belalang ini tak kalah dengan daging sapi. Hal ini juga pernah di bahas oleh media kita berbagi ini.

Belalang ini merupakan hewan yang memiliki beragam jenis kandungan nutrisi penting seperti, protein, vitamin, asam lemak esensial dan mineral. “Kalau pada belalang yang masih segar, kandungan proteinnya sekitar 20 persen, tetapi pada yang kering sekitar 40 persen. Belum kulitnya yang juga mengandung zat kitosan seperti udang. Tetapi tergantung jenis belalangnya, pada musim-musim tertentu ada jenis belang yang kandungan vitaminnya lebih tinggi.  Belalang juga dapat  memenuhi 25 hingga 30 persen kebutuhan vitamin A”.

Memanfaatkan belalang untuk membantu memenuhi kecukupan protein, zat yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan.  Selain kadar proteinnya tinggi, dalam belalang terkandung beragam jenis mineral seperti kalsium, magnesium, potassium, sodium, fosfor, zat besi, zinc, mangan dan tembaga. Sedangkan kandungan vitaminnya beragam mulai dari vitamin A, B, B1, B2, B6, E dan C, asam folat hingga berbagai jenis asam lemak.

Nah, ini cerita saya tentang kuliner di Gunungkidul, intinya jangan takut memakan belalang yang kita temukan di toko oleh-oleh di Wonosari. Jangan pula mengatakan “kurang kerjaan atau bahkan mengatakan jijik”. Ini pantas anda coba saat anda berkunjung ke Wonosari, Gunungkidul kecuali bagi anda yang memang alergi terhadap makanan tertentu. Gunungkidul is the Best. (artikel chipriant dalam kompasiana)