Kirab Pusaka dan Gunungan di Suroloyo

Kirab Pusaka dan Gunungan

Kirab Pusaka dan Gunungan

TERASWARTA – Wisata Budaya | Ratusan bahkan ribuan orang berganti datang dan pergi mulai dari malam kemarin (4/11) sampai dengan selasa (5/11) ke puncak Suroloyo, di Kabupaten Kulon Progo. Bukan semata karena tempat ini sebagai salah satu wahana wisata yang menjadi rujukan saat libur panjang melainkan juga karena adanya acara kirab gunungan dan juga jamasan pusaka.

Tampak hadir juga Wakli Bupati Kulon Progo yang dalam kesempatan kemarin membuka acara kirab dengan sambutan berupa harapan agar ini menjadi awal tahun baru Hijriah yang baik untuk memulai pula segala aspek kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan berkembang.

Arak-arakan yang diawali oleh rombongan semacam “cucuk lampah”,  pusaka, para sesepuh, gunungan dan dilanjutkan dengan pengunjung yang memang diharuskan berjalan kaki  inipun dilepas dan memulai perjalan menuju ke sebuah sedang yang bernama sendang Kawidodaren untuk prosesi “jamasan pusaka” . Adapun pusaka yang disucikan dalam jamasn adalah Pusaka Song-Song Makutho Dewo sertao tombak Manggolo Murti yang keamudian di ikuti oleh pusaka-pusaka yang lain yang dibawa oleh para peserta kirab ini.

Acara Penyucian Pusaka

Acara Penyucian Pusaka (jamasan)

 Acara “ngalap berkah” dengan memperebutkan gunungan yang berisi aneka sayuran juga menjadi pemandangan yang unik terlebih saat selesai jamasan, air kemudian banyak diambil oleh para pengunjung meski harus berdesakan. Mitosnya adalah selain bahan sayuran yang membawa berkah, bagi siapa yang membasuh muka atau menggunakan air sendang setelah jamasan ini bisa awet muda, bisa sembuh dari penyakit dan banyak lagi lainya. Miros percaya tak percaya yang memang tak jarang menjadi nyata entah oleh karena sebuah seugeti atau apapun bentuknya.

Tradisi turun temurun ini tak cukup berhenti di sini saja lantaran adanya acara gelar budaya juga yang tak ayal juga mendapatkan simpati dari masyarakat yang nampak dari keantusiasan mereka utuk datang serta dengan setia mengikuti acara meski dalam teriknya matahari.

Sisi positif yang bisa diambil dari kegiatan ini adalah selain sebagai salah satu promosi tempat wisata juga sebagai wahana belajar bagi generasi muda tentang pentingnya pelestarian seni budaya berikut sejarah yang mengikutinya lantaran biasanya tempat-tempat yang digunakan sebagai pusat acara jamasan semacam ini adalah petilasan dari para tokoh baik agamis maupun tokoh dari kerajaan di masa lalu.