Kesombongan Yang Tak Berujung

Kesombongan

Kini ku hanya menatapmu dengan tajam

Hingga berfikir lengah dengan adanya hidup yang kau miliki

Dengan itu kau membanggakan

Dengan keistimewaan yang kau tinggikan

Hingga merapat dalam mulutku yang membungkam

Melihat dalam kasih yang nyata

Menatap dengan sebelah mata

Hingga menusuk dalam sakit yang berjiwa

Dan meratapi kesabaran dan mensyukurinya

Kini semua telah musnah

Akan harta yang istimewa

Karena semua hangus membara

Dengan yang pernah kau terima

Walau begitu kau bermulut dua

Mengambil dalam ucapan tawa

Hingga berhitung dalam tulang rusuk yang pernah kau sebar

Hingga sekoin harta

Merasuki tanpa sesal yang ada

Karna keistimewaan hanya Tuhan yang punya

Hanya dia anugerahnya

Dan penentu dari malapetaka