Galau … ? Labil … ? Apa yang berubah pada remaja

Opini - Kesehatan Remaja

Opini – Kesehatan Remaja

TERASWARTA – Opini | Masa remaja merupakan masa untuk mencari jati diri dimana otak dan kepala mengalami perubahan. Masa peralihan dari masa anak-anak ke dewasa biasa hingga akhirnya disebut masa remaja akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis.

Perubahan yang terlihat di masa remaja adalah pada perilaku, terkadang tidak rasional, tetapi kadang berperilaku agresif tanpa alasan. Dari sisi yang lain masa remaja mempunyai kebutuhan yang besar akan adanya kasih sayang dan kebebasan. Apa saja perubahan yang terjadi saat masa remaja, berikut ulasannya :

Otak berada dalam tahap perkembangan

Usia 11 hingga 19 tahun bisa dikategorikan sebagai masa remaja. Orang tua sebaiknya memahami saat putra dan putrinya memasuki masa remaja. Meskipun badannya tumbuh besar, namun masa ini merupakan masa perkembangan yang nanti akan berpengaruh pada perkembangan kehidupan selanjutnya. Pola perilaku dalam masa remaja ini yang memberi lompatan perubahan pada kehidupan selanjutnya, dimana masa ini adalah masa kritis yang harus diawasi tetapi tidak dikekang karena masa ini akan menumbuhkan ketrampilan dan kemampuan-kemampuan baru mereka.

Otak mulai berkembang

Masa remaja akan mengalami pubertas. Usia 11 tahun adalah masa pubertas perempuan dan 12 tahun untuk laki-laki dan akan berlanjut sampai usia 25 tahun. Tentu saja akan ada perubahan-perubahan kecil berlangsung sampai seumur hidupnya.

Kemampuan berpikir akan hal-hal baru

Masa remaja akan mengalami peningkatan sambungan saraf yang memicu otak menjadi lebih peka terhadap informasi. Remaja memiliki kemampuan berpikir dan belajar mengambil keputusan seperti orang dewasa tetapi usia remaja masih terlalu mudah emosi sehingga tidak rasional.

Remaja akan lebih rewel kepada orang tua

Usia remaja ini akan merasakan kesenangan dalam memperoleh hal-hal baru baik ketrampilan juga sosial dan pemikiran abstrak. Tentu saja remaja akan mencoba hal-hal baru. Apabila orang tua mengikuti perkembangan putra dan putrinya saat remaja tentu akan lebih baik karena akan terarah dalam masa remaja. Tetapi terkadang orang tua tidak peduli karena sibuk bekerja atau tidak tahu apa yang harus dilakukan tentu anak akan mencoba hal-hal baru yang ada di lingkungannya tanpa arah terkecuali mempunyai komunitas yang memang sudah terarah.

Gejolak emosi yang labil

Masa pubertas merupakan awal dari perubahan besar fase remaja. Otak tidak hanya membantu mengatur detak jantung, kadar gula darah tetapi membentuk memori otak dan emosi. Perubahan hormonal yang terjadi saat remaja membuat emosi lebih labil seperti marah, rasa takut, agresif, kegembiraan dan munculnya daya tarik seksual.

Labil dalam keputusan

Masa remaja ini mulai mampu berpikir abstrak sehingga kecemasan sosialpun terjadi. Remaja dapat membaca dan meras seolah orang lain sedang memikirkan dan membicarakannya. Hal ini membuat remaja sangat memperhatikan pendapat teman. Hal ini bisa timbul seperti kompromi, negoisasi atau merencanakan sesuatu dalam kelompok.

Belum pandai mengatur resiko

Apabila orang dewasa bertindak berpikir resiko, berbeda dengan remaja yang lebih mengedepankan emosi daripada mengedepaankan resiko. Masa ini tentu sangat membutuhkan pengawasan dan kasih sayang orang tua karena remaja bisa masuk dalam komunitas yang tidak baik seperti narkoba atau terlibat perkelahian.

Selalu ingin tampil eksis dan narsis

Perubahan hormon saat masa pubertas remaja mempunyai dampak pada sebagian besar otak. Reseptor Oksitosin diproduksi lebih banyak. Oksitosin ini meningkatkan kepekaan sistem limbik dan berhubungan dengan perasaan terhadap diri sendiri sehingga remaja berperasaan seolah-olah ada yang mengawasi. Kejadian ini akan membuat remaja cenderung egois dalam berpikir. Sedang di sisi lain perubahan hormon pada remaja ini dapat membuat mereka lebih idealis. Terkadang pemikiran remaja menjadi berpikir sepihak.

Tidur lebih banyak

Masa anak-anak menjadi dewasa ini membutuhkan waktu tidur lebih lama. Namun pada realitanya remaja terjaga sampai larut malam dan bangunnya lebih siang. Belum lagi ditambah kegiatan yang bangay sehingga mengakibatkan mereka kurang tidur yang berpengaruh pada pengambilan keputusan. Waktu yang cukup untuk tidur bagi remaja akan membuat otak mereka bekerja lebih baik.

Masa remaja adalah masa pubertas yang kritis dalam perkembangan dan pertumbuhannya baik fisik maupun psikis. Peran dan figur orang tua sangat dibutuhkan remaja. Remaja cenderung lebih senang bercengkrama dengan orang tua baik ayah atau ibu tergantung kedekatan mereka. Mereka membutuhkan figur urang tuan untuk mempelajari bagaimana hidup mandiri dan bertanggung jawab atas diri sendiri sampai kelak berumah tangga. Lingkungan yang baik juga sangat berpengaruh dalam masa pertumbuhan remaja. Otak yang tumbuh  sehat dapat didukung pula oleh kebahagiaan bersama keluarga dan perhatian orang tua.