Dollar, Rupiah dan IHSG kemana akan melenggang

Ilustrasi Warta Ekonomi

Ilustrasi Warta Ekonomi

TERASWARTA – Warta | Ekonomi merupakan aktivitas yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi. Begitu juga ekonomi yang terjadi saat ini, maju mundurnya ekonomi baik nasional maupun internasional, kondisi ekonomi dan politik saling berpengaruh dari berbagai negara belahan dunia.

Setiap negara di dunia ini saling bekerjasama baik bilateral maupun multilateral. Kerjasama yang terjadi tentu saja akan memajukan ekonomi kedua negara yang bekerjasama  atau lebih.

Berbicara hiruk pikuknya ekonomi dunia dan lokal tentu kita akan menilik kembali kondisi dollar, rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Dollar

Dollar kembali memimpin versus mata uang utama dunia seperti yen dan euro. Seperti kita tahu bahwa isu pemangkasan nilai stmulus yang selalu mempengaruhi kondisi pasar dunia begitu juga di Indonesia sangat dominan pengaruhnya untuk Dollar. Perekonomian AS yang diprediksi membaik sehingga mendorong bank sentral memulai pemangkasan nilai stimulus.

Namun demikian rally dollar masih terbatas pada rincian data Non Farm Payroll yang menunjukkan adanya penurunan partisipasi angkatan kerja. Pada hari jumat yang lalu, bursa AS menguat dengan reboundnya Standar and Poors setelah rilis data NFP.  Hal ini membuat investor yakin bahwa perekonomia AS akan mampu menahan dampak dari pengurangan stimulus moneter.

Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hari ini juga diprediksi sideways, namun berpeluang konsolidasi. Pergerakan rupiah diprediksi konsolidasi di area Rp.11.455 sampai Rp. 11.350 per Dollar AS.  Pelemahan nilai rupiah masih dipengaruhi atas keluarnya data Non Farm Payrolls AS. Hal ini bisa saja diseimbangkan oleh data-data positif lain dari negeri China. Data positif dari China diharapkan mampu mengangkat nilai rupiah ke arah yang lebih baik.

Masih ingat juga akan kondisi defisit neraca perdagangan Indonesia. Dengan munculnya data positif dari China diharapkan mampu mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia. Permintaan rupiah di dalam negeri cukup tinggi, hal ini disesabkan oleh aksi beli investor asing terhadap obligasi Indonesia.

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diprediksi menguat ke zona hijau pada kisaran 4.430 hingga 4.508. Kondisi ini juga masih dikhawatirkan adanya tekanan jual yang masih saja terjadi. Dirilisnya data asing seperti Non Farm Payrolls (NFP) diharapkan menjadi katalis untuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah aksi jual.

Rilis data dari China yaitu China Industrial Output bulan Oktober naik 10,3 persen memberi angin segar bagi pergerakan rupiah juga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ekonomi yang saling berkaitan satu dengan yang lain inilah yang menghidupkan geliat bursa saham baik lokal maupun dunia. Memutuskan untuk masuk ke lantai bursa sekarang ini banyak menjadi pilihan alternatif dalam berbisnis baik langsung maupun melalui perantara. Kecerdasan dalam mengambil keputusan juga menjadi kunci sukses bagi Anda. Geliat lantai bursa di Indonesia mampu menjadi lindung nilai bagi negara dan bagi masyarakat. Beberapa produk komoditas Indonesia yang tercatat di lantai bursa cukup menarik untuk memulai bisnis. Hanya saja membutuhkan analisis teknikal, fundamental juga ketepatan dalam memilih perantara dan kedisiplinan dalam setiap keputusan.