Dalam Kubang Terdalam

Kubang terdalammemang tak lagi sama

tapi masih terlalu indah

meski pagi telah berganti senja

meski senja telah berganti malam

bayang itu masih juga hadir dalam langit-langit anganku

masihkan ada dalam benakmu

tentang risaunya hati oleh berubahmu

masihkah ada dalam hayalmu

tentang indahnya cerita demi cerita yang pernah terajut

oleh arti sebuah perjuangan para pendahulu bangsa ini

yang tak pernah bertanya apa agamamu

yang tak pernah berkata engkau berbeda dariku

kubang dalam beda….

menenggelamkan arti kebhinekaan negeri ini

berubah dalam keinginan semu menjadikan kamu sebagai aku

bukan lagi

aku dan kamu adalah satu

tak lagi berkata akan Tuhan yang Esa

yang menjadikan manusia berjiwa manusiawi yang hidup dengan adil

dalam sebuah peradapan

yang mampu bersatu dalam keutuhan baku

berhadapan dalam sebuah permusyawaratan yang mampu terwakilkan

bersama mewujudkan keadilan penuh jiwa sosial bagi semua….

ini tentang anganku

tentang pemahamanku

ketakutan kubang dalam mengubur keinginan baik bangsaku

(karya pena di kompasiana)