Benarkah Mandi Malam dapat Menyebabkan Rematik ?

ilustrasi reumatik

TERASWARTA – Kesehatan | Aktivitas padat sehari-hari Anda mungkin sangat sibuk dan menguras keringat sehingga ketika tiba sore hari Anda belum bisa membersihkan diri dengan mandi karena masih harus bekerja. Seperti pandangan umum bahwa mandi malam hari akan menimbulkan gejala rematik. Benarkah ? Mari kita simak ulasannya.

Rematik merupakan penyakit yang hampir mirip dengan masuk angin. Yang memberdakan adalah rematik menyerang tulang belulang, sedangkan masuk angin menyerang rongga perut atau saluran pencernaan. Penyakit rematik disebabkan oleh pengembunan pada bagian tulang belulang yang berkepanjangan sehingga tulang mengalami rasa ngilu dan sakit. Pengembunan yang terjadi pada tulang, rongga perut, dan usus terjadi akibat adanya perbedaan suhu udara dingin dan suhu udara yang relatif panas. Selama tidak terjadi pemanasan dalam organ tubuh, embun dalam tulang tidak akan mengalami penguapan. Penyakit rematik ini bisa mengakibatkan pengeroposan tulang pada usia muda yang mengakibatkan pincang, bungkuk dan lain sebagainya.

Untuk mengatasi rematik, Anda cukup mengenali gejala utamanya yaitu nyeri dan kaku pada sendi dan sulit bergerak. Jika Anda telah terkena rematik, pengobatan dan penanganan yang tidak tepat   dapat menimbulkan komplikasi, bahkan kecacatan seumur hidup. Penanganan non medis atau alternatif sangat membantu proses pemulihan pasien rematik. Hal ini dapat didukung dengan memilih konsumsi makanan sehat, bernutrisi, ketepatan memilih dokter dan olahraga.

Gejala rematik bisa muncul dengan bermacam-macam indikasi tergantung pada jenis rematiknya. Namun secara umum penyakit rematik ditandai dengan nyeri dan kaku pada persendian, otot serta tulang. Gejala lainnya adalah mudah lelah, sulit tidur, depresi, turunnya berat badan, gerak tubuh lamban, demam.

Berikut gejala yang sering terjadi pada penyakit rematik :

Nyeri sendi

Rasa nyeri pada sendi gerak merupakan keluhan utama para penderita rematik. Biasanya nyeri terjadi ketika melakukan gerakan tertentu atau melakukan aktivitas. Biasanya saat bangun tidur nyeri juga terjadi tidak hanya di persendian tetapi menyebar hingga semua organ tubuh. Hal ini apabila tidak segera ditangani akan menjalar menjadi nyeri saraf.

Kelemahan otot

Pada umumnya gejala yang mengiringi nyeri otot adalah otot-otot terasa capek dan lemah. Dalam waktu yang lama kelemahan otot ini dapat menimbulkan atrofi (pengecilan) otot yang bersangkutan. Hal ini disebabkan oleh proses rematismus yang berjalan cukup lama. Jaringan yang terkena proses patologik yaitu saraf pergerakan atau saraf motorik.

Bengkak pada sendi

Apabila sendi mengalami peradangan maka sendi akan membengkak, warna kulit terlihat memerah, nyeri dan panas saat diraba. Ada juga yang timbul bercak-bercak dan nyeri saat ditekan.

Kekakuan sendi

Persendian yang terkena rematik menjadi kaku dan susah digerakkan. Tetapi kekakuan sendi juga dapat terjadi akibat otot yang tegang secara berkesinambungan.

Kejang dan kontraksi otot

Saat terjadi kejang, otot menggumpal dan teras sebagai benjolan yang keras. Mengurut dengan benar akan meredakan kontraksi otot yang tegang.

Gangguan fungsi

Rasa nyeri, kekakuan, dan kelemahan otot lama kelamaan akan berpengaruh dalam melakukan aktivitas keseharian. Gangguan fungsi ini akan menyebabkan turunnya rasa percaya diri karena tidak dapat bergerak maksimal seperti tidak dapat berjalan karena tumit sakit, lutut yang sakit dan susah untuk berbalik karena punggung yang sakit.

Sendi goyah

Sendi yang posisinya goyah dapat terjadi kerusakan sendi atau ligmen yang robek. Hal ini terjadi juga disebabkan peradangan sendi.

Sendi menjadi berbunyi

Sendi yang bunyi seperti saat menggerakkan jari-jari tangan, kaki dan lainnya bukan berarti terkena rematik. Pada pasien yang terkena rematik dapat dirasakan bunyi berderak yang dapat diraba dan didengar.

Terjadi perubahan bentuk

Pada penyakit rematik parah dapat menyebabkan perubahan bentuk organ tubuh atau kecacatan. Kelainan ini terjadi pada jenis rematik tertentu seperti gout, osteoarthritis.

Timbul benjolan

Jenis penyakit rematik gout kronis disebut tofus. Tofus merupakan endapan seperti kapur di bawah kulit atau di dalam sendi yang menunjukkan adanya pengendapan asam urat.

Penyakit rematik selain menyerang persendian juga menyerang otot dan urat. Pengobatan yang dilakukan oleh penderita rematik secara umum hanya menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, menghilangkan gejala inflamsi atau peradangan dan mencegah terjadinya perubahan bentuk dan memelihara fungsi sendi. Banyak faktor yang dapat menjadi indikasi munculnya gejala rematik. Berbagai pandangan tentang rematik tentu harus kita cermati untuk mendapat informasi yang baik juga sehat. Hidup sehat dan tidak melupakan olahraga, asupan nutrisi yang baik buat tubuh akan menghindarkan kita pada berbagai penyakit.