Yem, Kasihku

si Yem

 

Yem, ingatlah bahwa aku ini kekasihmu

Ingatlah bahwa aku yang selalu ada saat engkau sakit dan sehat

Ingatlah bahwa aku yang selalu mencoba membuat engkau tersenyum

Saat kau sedih…saat kau merasa gontai oleh sang keadaan

Owalah yem….

Satu dau tahun berlalu dari saat engkau menangis dalam pelukku

Engkau pergi ke negeri yang aku sendiri tak pernah mampu membayangkan

“Jauh dan perjalanannya melelahkan”, katamu saat itu

Sms demi sms….

Aku terima darimu di negeri orang sana

Telepon demi telepon meski tak sesering saat kita masih sering makan berdua

Di sebuah warung tenda yang remang namun penuh kenangan

Aku kangen suaramu yem…

Aku kangen juga sms-sms dari kamu

Mas….

“Di minum kopinya keburu dingin!!”

Menggugah lamunanku pagi ini

Si yem kini adalah isteri bagi anak-anakku

Dan telepon atau sms itu tak lagi aku terima sesering dulu

(karya ; mas tyo)