Rupiah dan IHSG Bergerak Variatif

Ilustrasi Gerak variatif Rupiah dan IHSG
TERASWARTA – Ekonomi | Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  hari ini bergerak variatif. Hal ini disebabkan masih terjadi kelumpuhan pemerintah AS yang akhirnya membuat pelaku pasar kurang tertarik bertransaksi.
Kondisi pasar saat ini terpengaruh oleh debt celling AS yang belum tercapai kata sepakat antara Partai Republik dan Demokrat di konggres AS. Sehingga pergerakan rupiah yang sempat mencapai level terkuat Rp. 11.490 dari harga pembukaan Rp. 11.500 dan ditutup Rp. 11.530 per dollar AS di hari kemarin. Untuk hari ini rupiah melewati target resistance Rp. 11.545 dimana diprediksi range pergerakan rupiah Rp. 11.562 sampai Rp. 11.527 per dollar AS
Konggres AS yang belum mencapai kata sepakat, menciptakan kekhawatiran pasar yang membuat harga bergejolak karena minim katalis. Partai Republik menghendaki pengurangan anggaran untuk program Obama Care sedang partai Demokrat tidak mau pembahasan debt celling dikaitkan dengan pembahasan lain. Mereka menentukan deadline kesepakatan sebelum 17 Oktober, karena jika waktu terlalu lama akan mengakibatkan adanya pemangkasan peringkat utang AS.
Sedang kondisi dalam negeri, pelaku pasar masih mengharapkan penurunan defisit neraca berjalan. Meskipun indeks Dollar juga melemah rupiahpun ikut melemah.
Kurs Dollar AS sendiri sebenarnya mengalami kejatuhan terhadap beberapa mata uang utama dunia, seperti dollar terhadap Yen atau swiss franc akibat konggres AS yang belum membuahkan hasil.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  mengalami pelemahan, diperkirakan level supportnya berada di 4.342 – 4.368 dan level resistance berada di 4.415 – 4.426. IHSG diprediksi akan kembali melemah apabila aksi ambil untung seperti hari yang lalu berlanjut dan kondisi ekonomi global tidak stabil khususnya kondisi kelumpuhan pemerintah AS.