Pancasila Saktiku

Pancasila Saktiku
TERASWARTA – Catatan (opini) | Masih jelas dalam ingatan saya tentang sebuah film yang pada masa kecil saya selalu ditayangkan dalam rangka menyambut hari kesaktian Pancasila. sebuah film yang menggabarkan sebuah situasi dimana dasar negara Indonesia akan digantikan dengan adanya peristiwa yang dikenal dengan istilah Pemberontakan G 30 S PKI. Film yang telah lama sekali tak lagi ditayangkan karena adanya beberapa kontoversi yang “katanya” terjadi.
Terlepas dari hal di atas, pada tanggal 1 Oktober 2013 ini adalah hari penting dengan banyak makna akan dilakukan bangsa kita tercinta ini. Peringatan besar bersejarah yang berawal dari peristiwa penting yakni Gerakan 30 September 1965 dimana kekuasaan dan dasar negara ini akan diubah. Meski sekali lagi kita lepaskan kerangka pemikiran akan kontroversi yang muncul berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sahabat teras, Pancasila adalah dasar dari bangsa Indonesia. Sebuah rumusan yang terlahir dalam bentuk lima sendi utama yang tersusun bukan tanpa sejarah panjang. Terumuskan kemudian dalam kelima sila yang ada sampai saat ini. Satu kekayaan ideologi yang tak boleh begitu saja rusak atau bahkan luntur demi kebersatuan bangsa tercinta.
Sahabat teras, jika dulu bangsa kita menghadapi perjuangan fisik dalam mempertahankan ideologi ini dan menang itu belumlah selesai begitu saja. Bagaimana kesaktian Pancasila yang teruji belumlah mutlak selasai sampai saat-saat ini untuk kita perjuangkan. Terlebih fenomena yang sering terjadi akhir-akhir ini, yang bukan hal yang tidak mungkin adalah tantangan terberat untuk kita bersama hadapi.
Sahabat teras, kesaktian pancasila yang ada, kita sebut-sebut dan bersama kita rasakan bukanlah kesaktian yang seperti biasa kita dengar dalam kehidupan sehari-hari kita. Bukan kesaktian yang adalah kekuatan fisik atau jiwa yang hidup pada sebuah benda atau makluk seperti manusia. namun lebih dari itu adalah kesaktian yang muncul karena adanya rasa yang sama, pandangan yang sama sebagai bangsa Indonesia dengan dasar hidup ke lima sila dalam Pancasila. maka jelas bangsa kita harus mawas diri akan hal ini, dan bangsa itu adalah saya, anda, mereka dan semua atau lebih jelasnya kita. Jangan sampai ada kepentingan-kepentingan tersendiri atas bangsa ini yang sedikit demi sedikit menggerus ideologi yang ada lantas membawa kita lupa akan adanya pancasila. Contoh jelas berkurangnya rasa toleransi, berkurangnya jiwa “gotong royong”, berkurangnya rasa saling menjaga keadilan dan masih banyak lagi. Padahal itu semua adalah ciri-ciri pribadi yang berjiwa pancasila. Belum lag dari pengaruh bangsa-bangsa atau kelompok di luar bangsa kita tercinta.
Sahabat teras, mungkin sayapun bukanlah pribadi yang sepenuhnya paham akan apa itu ideologi dasar bangsa ini tetapi siapa lagi yang akan mengingatkan jika bukan diri kita masing-masing. Maka marilah kita kenangkan peristiwa bersejarah ini, di mana kesaktian pancasila selalu di uji dan bertahan. Mari kita jaga kesesuaian hidup yang sungguh selaras dengan sila-sila dalam Pancasila agar semakin tercipta damai atas bangsa ini. salam.