Ilustrasi
TERASWARTA – Ekonomi | Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit mendapat angin segar dengan menguat 0,7 persen atau sekitar 31,03 poin menjadi 4.418,64.Sedang untuk nilai tukar rupiah terapresiasi 42 poin menjadi Rp 11.315 dibanding harga sebelumnya Rp. 11.357 per dollar AS.
Hal ini disebabkan oleh tertekannya nilai tukar dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia tak terkecuali rupiah. Selain itu berhentinya sebagian kegiatan operasional beberapa departemen Amerika Serikat turut memicu tertekannya dollar AS.
Pertemuan antara Presiden AS dan Konggres belum mencapai kata sepakat mengenai batas utang AS, sehingga muncul kekhawatiran akan berlanjutnya terhentinya kegiatan operasional departemen dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.
Shutdown ekonomi AS bila terjadi berkepanjangan maka akan berpengaruh pada ekonomi global, bukan hanya di Indonesia.
Meski terdapat data yang tidak baik, pelaku pasar masih optimis bahwa kesepakatan akan segera tercapai guna menghindari dampak ekonomi global jangka panjang.
Pelaku pasar di Indonesia dan negara-negara berkembang lain pasti berharap keadaan ekonomi global segera membaik. Sehingga kinerja ekonomi berjalan dengan baik, beberapa sektor dalam negeri juga bisa menjalankan usahanya dengan baik. Sinergi dari beberapa kebijakan dalam negeri semoga bisa membentengi ekonomi dalam negeri dari kekhawatiran krisis global.