Hari batik Nasional
TERASWARTA – Budaya | Sahabat teras, hari ini kita memperingati hari batik yang ke empat. Sebuah hari yang sangat penting di mana  UNESCO memasukkan salah satu tradisi yang turun temurun ada dengan nilai seni tinggi yang sekaligus telah menjadi bagian penting dari budaya Indonesia khususnya di Jawa ke dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia. Unesco secara resmi mengakui hal ini yang artinya adalah bahwa batik ini telah diakui keberadaannya oleh dunia.
Hari Batik Nasional ini sendiri telah di tetapkan untuk diperingati setiap tanggal 2 Oktober melalui Keputusan Presiden No. 33/2009 sedang pemilihan tanggal 2 oktober ini sendiri adalah berdasar keputusan badan PBB yang membidangiPendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya, UNESCO.
Adalah hal yang sangat membanggakan tentunya bagi bangsa ini memiliki sebuah warisan budaya yang sangat bernilai. Sebuah tradisi yang telah ada sejak abad 17, dikenal hanya oleh kalangan tertentu yang pada mulanya sungguh murni hasil karya yang turun menurun yang terlihat dari corak batik itu sendiri. Maka tidak mengherankan bila batik ini juga bisa menunjukkan status seseorang sehingga ada batik tradisional yang memang hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan surakarta.
Saat ini batik telah berkembang pesat termasuk dalam cara pembuatannya. Jika dulu batik ini lebih dikenal dengan batik tulis, yakni batik yang digambar pada sebuah kain putih dengan alat “canthing”. Sebuah karya murni hasil tangan yang membutuhkan waktu terkadang sampai berbulan-bulan. Ada banyak sekali motif dan corak batik seperti parang rusak, kawung, dll. Batik cap dan lukis adalah metode yang banyak juga di gunakan saat ini yang memudahkan proses pembuatan. Meski tentu saja harganya juga akan jauh berbeda dengan batik tulis yag asli.
Batik, salah satu hasil karya seni hebat yang turun temurun dan lantas saat ini dikenal oleh banyak negara bahkan memakainya dalam corak-corak pakaian mereka seperti kimono misalnya. Maka wajib kiranya bagi kita berbangga akan hal ini serta turut mendukung kelestarian batik ini. Bila ada yang pada awalnya malu memakai pakaian ini lantaran di anggap “udik” maka semoga dengan artikel ini lantas berubah fikiran lantaran batik ini telah diakui dunia. Selamat Hari Batik Nasional, mari gunakan batik.