ilustrasi
TERASWARTA – Ekonomi | Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih melemah seiring rencana bank sentral AS melakukan pemangkasan stimulus pada bulan ini dan membaiknya pertumbuhan ekonomi AS.
Rupiah bergerak melemah 25 poin dengan harga Rp 11.450 antar bank. Untuk kurs rupiah di Bank Indonesia Rp 11.148 per dollar, dan di pasar uang Rp 11.409 per dollar.
 Dollar AS cenderung menguat terhadap beberapa mata uang di dunia. Kenaikan suku bunga Bank Indonesia cenderung bersifat sementara untuk mengatasi penguatan dollar. Beberapa rilis data defisit perdagangan dalam negeri masih direspon negatif oleh pasar, serta besarnya tingkat impor dibanding ekspor sangat berpengaruh pada nilai tukar rupiah.
Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dalam menjaga stabilnya nilai rupiah serta menjaga kerjasama dengan pemerintah pusat maupun daerah diharapkan dapat membantu menjaga pertumbuhan ekonomi saat ini. Permasalahan inflasi yang terjadi saat ini terjadi bukan semata permasalahan ekonomi global, melainkan terjadinya ketidakseimbangan supplai dan demand. Ketersediaan pangan yang kurang membuat harga pangan utama menjadi tinggi. Padahal kebutuhan pokok ini yang konsumsinya paling besar. Sehingga tidak heran kalau terjadi inflasi karena kebijakan untuk impor hanya bersifat sementara.
Harga-harga komoditas di Indonesia belum diatur secara baik. Sehingga harga komoditas di pasar mudah terganggu dengan fundamental global khususnya dollar. Ada beberapa komoditas yang harganya turun tetapi ada juga yang semakin naik. Harga yang mengalami penurunan antara lain bawang merah 19,89 persen, bawang putih 1,28 persen,  cabai rawit turun 9,25 persen, cabai merah 5,46 persen, telur ayam ras 0,38 persen dan daging sapi 0,16 persen.

 

Tetapi terdapat pula harga komoditas yang sampai sekarang masih mengalami kenaikan harga seperti daging ayam ras, kedelai dan beras. Hal ini terjadi karena terganggunya supplai karena kondisi cuaca yang kurang baik di beberapa daerah. Namun harga komoditas kedelai yang lebih berpotensi sumbang inflasi.
Beberapa harga komoditas yang sekarang ini sudah mulai stabil paska ramadhan dan lebaran, seharusnya tetap diantisipasi oleh pemerintah supaya terjaga dengan baik menjelang Natal dan Tahun Baru. Bank Indonesia diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi, walaupun kebijakan Bank Indonesia harus teliti sehingga dapat diambil jalan tengan mengendalikan laju rupiah terhadap dollar. (Christin)