Perupa otodidak “kecil” telah berpulang kepada Tuhan

Intan Gs Bono

TERASWARTA – Profil | Terlahir dan dikenal dengan nama kecil Subono. Adalah seorang perupa otodidak dari sebuah desa kecil di kabupaten Gunungkidul. Seorang pribadi dengan bentuk fisik  yang diketahui kurang sempurna lantaran hanya memiliki tinggi kurang lebih 60 cm.

Namun lebih dari kekurangan yang dimiliki Subono lantas menjadi pribadi yang sampai sekarang dikenal dengan karya-karya besarnya. Bagaimana tidak? Berawal dari bakat kreatifnya yang muncul sejak Beliau berusia tiga tahun. Subono telah memiliki bakat seni yang besar. Maka disaat belum ada banyak kertas dan alat melukis lainya, Subono telah memulai berkarya dengan menorehkan imajinasinya di atas daun pisang, bungkus teh atau juga di atas kertas sigaret milik kakek Subono.

 Siapa sangka bakat otodidak ini kemudian melejit dengan terlihatnya bakat terpendam oleh beberapa orang terdekat, terlebih saat mulai terekspos di media masa saat itu.

 Subono lantas di kenal dengan nama Intan Gs Bono, perupa otodidak yang meski tanpa guru telah menelurkan bermacam karya. Banyak sekali pameran-pameran yang Beliau ini miliki baik lokal maupun internasional. Seperti pameran pada tahun 1987 di Gedung Bulak Sumur, tahun 1992 di Rama Plaza Pondok Gede, tahun 1988 di kelas Internasinal di singapura, malaysia, belanda, juga di amerika pada tahun 1992 serta banyak lagitempat lainnya.

 Cacat tubuh yang dimilikinya tak menghalangi dirnya melayangkan imajinasinya, intuisinya, intelektualnya serta bakatnya dalam goresan-goresan pena berupa sketsa-sketsa yang banyak menghiasi media-media cetak di Yogyakarta pada khususnya.

 Bukan perjuangan yang mudah tentunya seperti saat Beliau masih merasa malu memperlihatkan karyanya sampai menjadi seperti saat ini. Karya yang indah dari sebuah talenta yang besar.

 Tanggal 15/9/2013 kemarin, sosok Istimewa ini telah meninggalkan kita. Berpulang kepada sang pencipta alam. Meninggalkan karya dan juga kenangan tanpa luput contoh sejarah dimana kita bisa belajar banyak.

Perjuangan hidupnya, bakat dan kemampuannya dalam ketidak sempurnaan hidupnya adalah cermin terbaik bagi kita yang notabene lebih sempurna. Beliau saja mampu berkarya, bagaimana dengan kita?

Selamat jalan Intan Gs Bono, perupa otodidak dari dusun Ngunut, Playen, Gunungkidul. Semoga karyamu akan di kenang dan dilanjutkan oleh para muda serta seniman juga perupa lainnya. (chipriant)