Peringatan HUT Yogyakarta 257
TERASWARTA – Opini | Perjalanan team teraswarta menuju ke Kulonprogo dari kantor pusat di jalan Magelang Yogyakarta terhenti saat melewati pasar pingit yang teletak di sebelah barat Pasar Kranggan Tugu, Yoyakarta ini (27/9/2013).
Atas rasa penasaran kami pun menghampiri kerumunan yang ada. Nampak jelas kemudian bahwa rombongan ini adalah rombongan pawai dari kelurahan Bumijo, Yogyakarta yang merayakan hari jadi kota Yogyakarta ke 257. Sangat meriah acara ini yang nampak dari banyaknya kelompak pawai yang ada. Antusias para peserta dengan berbagai kostum yang mereka pakai.
Ada 10 RW dari keseluruhan RW yang sebenarnya berjumlah 13 RW ini. Nampak sangat jelas bagaimana pawai ini memperlihatkan kekayaan Budaya melalui pakaian pawai yang mereka pakai. Tak hanya para orang tua dan pemuda saja yang nampak meramaikan namun juga anak-anak.
Peringatan HUT DIY 2013
Berbagai perwujudan masyarakat juga tak luput dari tokoh-tokoh yang diperankan seperti group pemancing atau juga petani. Hal ini jelas mengangkat apa yang ada dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta pada umumnya. Pakaian adat jawa, adat budaya, pakaian kesenian tradisional termasuk juga penggambaran prajurit keraton nampak sangat indah untuk dilihat. Hal ini pula yang membuat ratusan mata berjajar dipinggir jalan untuk menanti perjalanan rombongan pawai dalam rangka memperingati hari jadi kota Yogyakarta ini.
Tak puas hanya dengan melihat pawai masyarakat yang memakai baju-baju adat ini lantas team pun bertanya ke sana kemari tentang acara ini dan intinya adalah kegiatan ini sebagai wujud rasa bangga serta pertisipasi masyarakat untuk “mangayubayo” atau mendukung kemeriahan hari jadi kota Yogyakarta tercinta.
Yang menarik juga tampilnya anak-anak yang duduk dengan manisnya di atas becak yang berhias meriah serta kerukunan agama yang dinampakkan dalam barisan pawai ini termasuk ornamen-ornamen yang mencerminkan kekhasan kota Yogyakarta.