Negeriku oh Negeriku

Peta Indonesia
TERASWARTA – Catatan |Negara Indonesia merupakan negara berkembang yang sangat terbuka akan kemajuan dunia khususnya teknologi yang secara tidak langsung telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat.
Bangsa ini juga sebagai bangsa yang sudah merdeka, tetapi kesejahteraan dan keamanan rakyat belum merdeka. Pemerintah yang seharusnya mengayomi masyarakat kini sibuk sendiri dengan urusan dan kepentingan pribadinya. Beberapa petinggi dan pejabat pemerintahan berlomba-lomba menduduki posisi strategis di setiap divisi karena merupakan lahan basah bagi kantong tentunya.
Beberapa kebijakan pemerintah baik ekonomi, hukum serta kebijakan lain tidak berpihak pada rakyat, melainkan memberatkan pada kepentingan segelintir individu yang sudah terjalin baik kerjasamanya.
Menjelang pemilu tahun 2014, pejabat pemerintah yang seharusnya mengurus kepentingan rakyat kini sibuk dengan kegiatan partai masing-masing sehingga permasalahan masyarakat tidak tertangani dengan tanggap dan cepat. Banyak sekali anggota legislatif merangkap jabatan di partai. Harga komoditi pangan di Indonesia yang seharusnya menjadi tanggung jawabnyapun menjadi terbengkalai. Harga-harga pangan semakin melambung, harga daging sapi dan kedelai tak kunjung turun. 2 harga komoditi ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat, namun seolah tak memperoleh solusi.
Ada lagi sekarang ini yang sedang santer dibicarakan adanya kebijakan untuk mobil murah. Baru kemarin membicarakan masalah kebijakan untuk brang mewah termasuk mobil, sekarang muncul kebijakan baru yang jelas ini sangat tidak konsisten. Mobil murah ini akan menambah parah kemacetan yang terjadi saat ini di beberapa daerah khususnya ibukota. Masyarakat kita sangat mudah terpengaruh atas tuntutan gaya hidup, permasalahan transportasi sekarang ini, mudahnya kredit leasing dikeluarkan dan sebagainya. Mobil murah ini secara otomatis akan menambah penggunaan BBM bersubsidi dan tidak dipungutnya pajak. Pertanyaannya, pemerintah akan bayar subsidi dengan dana dari mana?
Permasalahan Miss World juga menambah deretan panjang permasalahan negeri ini. Pemerintah seakan tak berdaya dengan tekanan ormas. Miss world sudah beritikad baik dengan mengedepankan budaya Indonesia. 129 negara yang mengikuti kontes ini dan disiarkan hampir di seluruh penjuru dunia, hal ini sangat baik bagi potensi pariwisata Indonesia.
Hutang luar negeri, selama ini jarang terdengar. Tetapi sekalinya terdengar ternyata hutang luar negeri bangsa ini semakin membengkak. Ironis karena berbeda dengan beberapa pernyataan petinggi negara yang akan meminimalkan utang luar negeri yang saat ini tercatat pe Agustus bulan lalu sebesar Rp 2.177,95 trilliun. Untuk hitungan Debt Equity Ratio memang masih aman sebesar 23,4 persen. Tetapi bunga  yang harus dibayarpun semakin membengkak.
Beberapa permasalahan di atas, sebenarnya memerlukan penanganan yang ekstra. Negeri ini membutuhkan sosok pemimpin dan pejabat publik yang memang akan memperbaiki segala permasalahan negeri ini tanpa pamrih, walaupun terkesan mustahil. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan diharapkan mampu mengatasi permasalahan sekarang ini serta mengabaikan kepentingan pribadi di atas kepentingan rakyat. Organisasi-organisasi masyarakat yang ada juga diharapkan mampu menjadi penyeimbang yang baik bukan malah memaksakan kehendak dengan bertindak semaunya sendiri. Alangkah indahnya negeri ini dengan potensi pariwisata yang sudah mendunia berjalan hidup rukun dan damai, dengan selalu mengedepankan hidup saling bantu membantu dan saling menghargai pendapat yang berbeda-beda. Indonesia adalah negeri kaya dengan aneka budaya dan wisata, sebaiknya kita mampu menjaga dan melestarikannya sebagai penyeimbang kehidupan.