Mengapa Manusia Berdoa?
TERASWARTA – Catatan | Manusia dengan kehidupan doanya adalah sesuatu yang lazim, sebab berdoa adalah sebuah kebutuhan yang harus ada pada setiap diri manusia, baik itu mereka yang bertuhankan kepada Allah ataupun mereka yang bertuhankan kepada selain Tuhan. Karena pada hakekatnya, tidak ada satupun manusia yang mengetahui apa yang terjadi pada hari esok secara pasti. Meskipun mereka telah merencanakan segala sesuatunya sedemikian cermat dan matang. Namun semuanya tetap berjalan sesuai dengan rencana dan kehendak dari Tuhan yang Maha Lebih Tahu. Tuhan yang lebih tahu dari segala hal yang kita lakukan termasuk berdoa. Karenanya, setiap manusiapun pada akhirnya berharap akan kebaikan dan kebahagiaan untuk hari esoknya. Lalu apakah harapan itu akan terwujud hanya lantaran jerih payah yang ia lakukan? Terwujudnya sesuatu harapan atau keinginan itu tergantung oleh dirinya sendiri, setiap manusia berharap maka manusiapun akan menggantungkan harapannya kepada Tuhan. Sebab kuasa bagi yang Maha Memberi adalah Dia. Entah itu berupa kebahagiaan atau kesedihan, semua tetap berjalan dengan ketentuan-Nya.
Berdoa merupakan panggilan dari tiap-tiap jiwa manusia karena Tuhan menciptakan manusia yang lemah untuk dia dapat mengadu dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk selalu mengingatnya, kembali padanya, berusaha menjadi yang terbaik karena mengharapkan keridhoan-Nya. Dan itu juga manusia merasa terpanggil untuk memohon kekuatan dari Dzat yang menciptakan dirinya.
Berdoa kiranya merupakan perintah Tuhan dari semua agama yang ada. Tentunya kita semua juga tahu bahwa doa adalah merupakan otaknya ibadahnya bagi semua penganut agama. Sebagai contoh agama Muslim ada ayat yang dengan jelas berbicara tentang hal ini dalam sebuah ayat
وَإذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنّي قَرِيْبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونِ
Artinya :
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu mendapat petunjuk (berada dalam kebenaran)” Al Baqarah ayat 186.
Dalam agama Kristiani, salah satu ayat dalam Kitab Suci juga menyebutkan hal yang kurang lebih sama : “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”. (Matius 7:7). Hal ini mengumpamakan bagaimana manusia harus dengan tiada jemu berdoa dalam harapannya kepada Tuhan.
Tak lepas juga dengan agama Hindu, yang meski dalam kesifatan doa yang Universal tetap memiliki hal yang tak bisa lepas yakni berdoa. Dan lebih dari itu pasti juga pada semua paham yang menyatakan diri dalam bentuk agama.
Berdoa adalah salah satu bentuk komunikasi kita kepada Tuhan. Setiap manusia membutuhkan komunikasi antara sesama manusia atau manusia dengan Tuhan melalui doa. Berbicara dengan lisan atau berbicara dengan tubuh adalah bentuk komunikasi terhadap sesama manusia.
Melakukan doa adalah memohon atau meminta terhadap sesuatu yang ia hayati dan berhasrat untuk memperolehnya. Karenanya kurang lebih sama saat orang melakukan apa saja demi sebuah harapan atau cita-cita yag dia bangun meski belum tentu tercapai. Semua tergantung bagaimana cara dan besarnya uasaha mencapainya. Demikian halnya dengan berdoa, terkabul dan tidak terkabulnya doa itu tergantung dari kesungguhan kita dalam memanjatkan doa itu sendiri. Serta keyakinan kita terhadap Tuhan. Doa juga tergantung pada kesungguhan kita dalam memanjatkan doa itu sendiri. Pastikan bahwa tiap-tiap doa yang kita panjatkan pasti dikabulkan oleh-Nya. Dan begitu pula Tuhan tidak akan mengabulkan doa kita jika masih adanya keraguan di hati kita dalam melakukan doa atau menginginkan harapan yang akan menjadi kenyataan kita. Jika kita yakin, maka Tuhan akan memperkenankan doa tersebut. Sebab Tuhan tidak akan pernah mengingkari janjinya. Khusyu’ dalam berdoa berarti tidak main-main. Seseorang dikatakan khusyu’ didalam doanya adalah mereka yang benar-benar berdoa dalam lubuk hatinya yang paling dalam, bukan sekedar ucapan di lisan saja. Maka hendaknya Tuhan akan mengetahui maksud dari isi doa itu sendiri. Percayalah bahwa Tuhan itu ada, dan Tuhan itu maha pengabulkan doa. Doa yang terkabulkan adalah doa dari orang-orang yang sabar, yang meyakini adanya Tuhan, yang menghindari segala larangan Tuhan dan menjalani segala perintah Tuhan, maka bukan hal mustahil doa kita akan terkabul atas kerhidoan Tuhan, jika memang tidak dikabulkan maka Tuhan akan menunda waktunya ataupun akan dijadikan perbendaharaan kelak di akherat. Mari kita berdoa. (Opinion by : khodijah)