Memotret model malam hari bersama “geblek”

Memotret model malam hari bersama “geblek”
TERASWARTA – Fotografi | Bertempat di alun-alun Wates kulonprogo malam minggu kemarin (14/9). Beberapa orang yang tergabung dalam komunitas geblek yang adalah sebuah komunitas fotografi tengah berkutat dalam keasyikan masing-masing. Membidikkan kamerannya pada subyek foto seorang model cantik bernama “putri” yang biasanya menjadi salah satu talent dalam kelompok ini.
Memang sebuah tantangan tersendiri untuk menghasilkan foto  maksimal dalam pencahayaan yang minim tentunya karena dilakukan pada malam hari selain juga dinginnya suhu udara yang mengharuskan para fotografer untuk sedikit menghangatkan diri tentunya.
Menentukan lokasi juga mutlak perlu rupanya. Hal ini perlu dilakukan agar para fotografer juga model tahu persis keadaan dan suasana tempat pengambilan gambar sehingga bisa memperkirakan antara jarak fotografer dan model, keamanan tempat berdiri, sampai dengan mengatur pencahayaan sejauh mana dibutuhkan.
Melihat tantangan ini lantas apa saja yang dibutuhkan untuk memotret pada malam hari? Ini adalah pembahasan dari hasil liputan di tempat pengambilan foto yang juga dipadukan dengan berbagai referensi lain sehubunga dengan apa yang diperlukan pada pengambilan foto di malam hari. Diantaranya adalah alat-alat yang ada seperti saat peliputan di lapangan bersama “geblek” yang dipadukan dengan referensi lain :
Flash atau lampu kilat yang berfungsi untuk mendapatkan cahaya untuk subyek foto sesuai dengan jarak kemampuan flash atau lampu kilat itu sendiri.
Slave Unit yang berfungsi sebagai alat sensor yang mengumpulkan cahaya dari sumber cahaya utama untuk kemudian menyalakan sumber cahaya lainnya yang terhubung dengan slave unit ini.
Holder yang berfungsi sebagai alat penyangga flash atambahan atau slave unit yang penggunaanya terpasang pada body kamera.
Alat pencahayaan fotografi

 

Strobo atau strobe alat ini sebenarnya mirip dengan hanya saja bentuknya lebih besar dengan hasil cahaya yang hasinya tentu lebih besar pula. Strobo ini menyimpan sumber tenaganya dari tenaga listrik lain diluar kamera tentunya. Alat ini juga memiliki sensor yang memungkinkan turut menyala jika ada main light menyala. Demikian juga pengaturan cahaya strobo inipun bisa diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan.
Sincro Cabel yaitu sebuah kabel yang intinya menghubungkan kamera dengan sumber cahaya lain yang digunakan untuk membantu pencahayaan.
Snoot yaitu sebuah alat yang  berfungsi mengarahkan cahaya pada suatu titik tertentu, bentuk snoot menyerupai corong. Biasanya juga berfungsi dalam pemotretan double serta multi expose.
Reflektor yaitu sebuah alat yang digunakan untuk memberi cahaya tambahan dengan cara memantulkan cahaya dari main light. Umumnya berbentuk kotak atau bulat berwarna putih, perak atau emas. Alat ini bisa juga di buat sendiri dengan kertas perak.
Payung Reflektor sebuah alat yang berfungsi untuk memberikan efect lembut pantulan cahaya yang biasanya berasal dari strobo.
Light Stand sebuah alat yang berfungsi sebagai penyangga lampu studio.
Trigger alat ini adalah sebuah alat yang berguna untuk menyalakan flash atau lampu tambahan lain dengan gelombang elektro yang berfungsi secara otomatis.
Demikian alat-alat yang berfungsi dalam penambahan cahaya sekaligus piranti pendukung lain. Semoga menambah referensi pengatahuan anda untuk memotret di malam hari atau dalam studio dengan pencahayaan yang minim agar menghasilkan sebuah foto yang indah dan optimal. Tentu masih banyak alat lain yang dibutuhkan sesuai dengan subyek utama pemotretan anda. Selamat mencoba.

(thanks to : “geblek” kulonprogo)