IHSG Kembali Melemah
TERASWARTA – Ekonomi | Pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah didorong oleh beberapa sentimen negatif dalam sepekan terakhir. Beberapa sentimen negatifnya antara lain spekulasi perburuan dollar AS di akhir pekan untuk kebutuhan pembayaran utang yang akan jatuh tempo di akhir bulan dan imbas dari pernyataan The Fed bahwa pemberlakuan pengurangan stimulus dipastikan dilaksanakan pada bulan Oktober. Terdapat sikap kontra dari beberapa petinggi The Fed atas keputusan memperpanjang stimulus ekonomi semakin menambah sentimen negatif pada rupiah.
Pada waktu yang bersamaan nilai non-deliverable forwads(NDF) juga menurun sehingga menambah sentimen negatif yang mempengaruhi laju pergerakan nilai rupiah dan akan adanya pembayaran barang-barang impor.
Melemahnya nilai rupiah ini seiring dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dalam sepekan terakhir kurs rupiah melemah 180 poin ke posisi Rp 11.532 dari level terakhir minggu sebelumnya Rp. 11.352. Untuk level terendahnya mencapai Rp. 11.573 per dollar AS. Sedangkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berada pada support 4.365 hingga 4.400 dan resistance di level 4.415 hingga 4.438.
Indeks Harga Saham Gabungan secara teknikal masih mempunyai utang gap di level 4.191 hingga 4.225 yang memang masih terlihat jauh dan diharapkan tidak ada kelanjutan pelemahan supaya IHSG tidak terpuruk lagi ke area merah atau negatif.
Para pelaku pasar cenderung memanfaatkan kondisi pasar yang seperti ini karena bagi mereka untuk mencari laba dalam bisnis ini adalah nilai peluang walaupun bersikap wait and see akan adanya kekhawatiran melemah kembali.
Sentimen negatif yang bermunculan saat ini juga mempengaruhi bursa Eropa bukan hanya di Indonesia. Bursa saham AS juga dalam kecemasan akan adanya rilis beberapa data penting seperti GDP price index kuartal, pending home sales, initial jobless claims dan beberapa data lain. Pelaku pasar juga masih mengantisipasi pembahasan APBN AS.
Beberapa sentimen negatif baik dari dalam negeri maupun luar negeri saat ini membutuhkan ketelitian dalam menganalisa pasar saat ini. Sikap pelaku pasar cenderung wait and see atas beberapa data di atas. Pengelolaan manajemen modal sangat penting untuk bisnis di bidang ini, manajemen waktu serta kedisiplinan dalam mengambil untung. Analisa teknikal dan analisa fundemantal sangat penting untuk membantu keberhasilan dalam perdagangan ini.