Harga Emas kembali melemah (ilustrasi)
TERASWARTA – Ekonomi | Harga emas kembali melemah seiring bervariasinya data ekonomi AS. Kontrak emas untuk pengiriman bulan Desember turun sehingga ditutup di level 1.324 dollar AS per ounce.
Beberapa data ekonomi AS memang bervariasi sehingga menimbulkan gejolak tersendiri di pasar. Penguatan dollar AS diprediksi masih terbatas seiring konggres partai demokrat dan republik membahas kelanjutan nego anggaran untuk mencegah kejatuhan pemerintah 1 oktober mendatang.
Data klaim pengangguran AS turun dari 5000 menjadi 305.000 dari warga AS yang mengisi aplikasi tunjangan pengangguran pekan lalu. Data klaim pengangguran ini membuat bursa saham AS ditutup menguat pada hari Kamis.
Turunnya data klaim pengangguran di AS membawa emas bertahan di level $ 1.325 yang disebabkan oleh menguatnya dollar AS. Data positif turunnya tenaga kerja di AS dapat menjadi pendukung Fed untuk mengurangi stimulus moneternya akhir tahun ini.
Data ekonomi AS lainnya yaitu pertumbuhan ekonomi AS tidak berubah sebesar 2,5 persen di kuartal kedua, sedangkan pasar berharap naik menjadi 2,7 persen. Beberapa analis mengatakan bahwa ekonomi dunia beranjak pulih. Namun hal ini menjadi negatif bagi harga emas. Penundaan kenaikan plafon utang AS juga terus membebani investor.
Analisa teknikal dari emas bila terjadi bias netral jangka pendek, maka level resistance terdekat berada pada level 1335. Break di atas 1335 akan menguji level 1345. Sedangkan level support terlihat di level 1315, break berkesinambungan di level ini akan memicu harga di bawa ke level 1305.
Bervariasinya data-data ekonomi dunia menyebabkan pelaku pasar lebih berhati-hati dan mengambil langkah-langkah strategis untuk bertransaksi komoditi emas.