Minyak menguat
TERASWARTA – Ekonomi | Daya tarik kemilau emas kembali memancar pada empat sesi terakhir yang disebabkan naiknya permintaan emas sebagai safe – haven seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Rencana serangan militer AS terhadap Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil  akan membuat harga emas dan minyak naik. Kekhawatiran akan terganggunya pengiriman minyak dari Timur Tengah muncul dan membuat harga minyak juga menguat.

 

Hal yang membuat harga emas dan minyak kembali naik yaitu data manufaktur AS dan manufaktur global meningkat, yang harapannya akan meningkatkan permintaan energi.

 

Kontrak komoditi emas untuk pengiriman bulan desember naik 15,9 dollar AS menjadi 1.412 dollar AS. Sedang untuk komoditi minyak mentah Brent untuk pengiriman bulan oktober naik dari 1,45 dollar AS menjadi 115,68 dollar AS per barel. Untuk minyak mentah WTI, pengiriman bulan oktober naik menjadi 108,54 dollar AS per barel.

 

Secara teknikal, harga emas masih akan mengalami koreksi jangka pendek menguji area 1423, pecah di atas harga tersebut akan menguji area 1435. Level support terlihat di harga 1400, apabila harga pecah di bawah 1400 maka dapat menguji kembali ke area 1385. Dan untuk jangka panjang harga emas diperkirakan bullish. Sedangkan analisa teknikal untuk komoditi minyak, level resisten pertama di area 110.10, break ke atas akan menguji area 111.77. Level support ada di area 105.48, break di bawah area ini akan menguji ke area 102.53. Ada beberapa pandangan mengenai emas, dengan rencana serangan ke Suriah, secara tidak langsung akan mengganggu perekonomian dunia. Dan bila serangan ini benar terjadi maka diprediksi akan terjadi kegagalan kredit di masa mendatang sehingga harga emas untuk jangka panjang masih akan naik. (Christin)