Angin Segar untuk Rupiah

Rupiah menguat
TERASWARTA – Ekonomi | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik hampir empat persen pada transaksi hari yang lalu. Perdagangan sesi I naik dari 75,868 poin ke 4.267,126 poin seiring penguatan beberapa saham bank unggulan atau mempunyai kapital besar. Beberapa indeks sektoral menguat dengan rata-rata lebih dari satu persen. Terdapat dua sektor komoditas yang justru melemah yakni sektor agrikultur dan tambang.  Nilai rupiah juga telah menguat dari level hari sebelumnya Rp 11.500 ke Rp.11.300 terhadap mata uang dollar AS.
Angin segar dengan menguatnya rupiah saat ini didorong oleh banyaknya sentimen positif faktor ekonomi global, sebagai contoh pemilu Australia dan kenaikan Dollar Australia. Faktor eksternal lain dari rilis data inflasi negeri panda China yang stabil serta naiknya mata uang yuan setelah rilis neraca perdagangannya meningkat. Pelaku pasar Asia hari ini lebih percaya diri dalam bertransaksi dengan beberapa data ekonomi China dan AS yang semalam ditutup menguat.
Jika melihat dari dunia industri Indonesia saat ini, kenaikan tingkat suku bunga (BI rate) dampak terhadap biaya produksi masih kecil. Infrastruktur yang belum terbangun dengan baik saat ini membuat biaya (cost) yang besar. Sebagai contoh pengiriman bahan baku yang diambil dari daerah sumatera terhambat oleh penyeberangan. Secara otomatis membuat biaya produksi menjadi tinggi.
Tingkat suku bunga (BI rate) oleh beberapa analis ekonomi menyarankan untuk dinaikkan kembali menjadi 7,5 pesen, hal ini berfungsi untuk membantu laju nilai tukar rupiah. Permasalahan defisit neraca berjalan yang saat ini terjadi dan laju inflasi dapat dikendalikan dengan menaikkan tingkat suku bunga, tetapi hal ini juga berpengaruh pada kondisi kredit perbankan yang otomatis melambat.
Beberapa sektor riil seperti pertambangan akan terkena dampak dari naiknya tingkat suku bunga, tetapi yang terpenting adalah bagaimana menyelamatkan nilai rupiah sehingga bisa bangkit lagi, likuiditas masih terjaga dan cadangan devisapun tersedia. Sehingga perbaikan ekonomi dapat tercapai menjadi stabil kembali.
Tahun 2014 yang akan datang akan diadakan pemilu. Pergerakan nilai rupiah terhadap dollar diharapkan stabil, sehingga tidak berdampak negatif terhadap beberapa sektor industri tanah air. Beberapa analis memperkirakan nilai tukar rupiah akan kembali menguat pada semester kedua terhadap dollar AS. Dengan pemerintahan yang baru, seperti masyarakat memahami akan ada perubahan kebijakan baik ekonomi maupun sosial dan beberapa kebijakan lain. Apabila pasar memberi apresiasi baik terhadap pemerintahan yang baru maka penguatan rupiah akan terjadi.
Permasalahan ekonomi yang terjadi saat ini memerlukan ketelitian dalam mengambil tindakan dan kebijakan. Hal ini supaya beberapa sektor ekonomi dan industri dalam negeri bisa tumbuh positif kembali. Adanya kerjasama yang baik  antara pemerintah, Bank Indonesia, beberapa divisi yang khususnya menangani ekonomi diharapkan dapat menciptakan kembali kondisi ekonomi yang stabil. (Christin)