Empat Pilar Kebangsaan
TERASWARTA – Opini | Sahabat teras yang berbahagia, masih terasa nuansa hari ulang tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Masih ada banyak kegiatan dalam rangka merayakan hari jadi bangsa kita tercinta ini.
Dari berbagai perjalanan dan liputan team teraswarta, kegiatan-kegiatan meski mungkin tak lagi seramai dan semeriah dahulu kala namun masih banyak warga yang peduli terhadap hari ulang tahun bangsa ini meski tak sedikit pula yang apatis terhadap hal ini entah karena pekerjaan, entah karena kelemahan fisik atau bahkan mungkin memang sudah enggan untuk peduli.
Sahabat teras, masihkah anda peduli?
Saat berbicara tentang hal peduli ini, saya jadi teringat akan empat pilar bangsa ini. Hal yang rasanya semakin jauh dari kata dibahas meski saat ini telah mulai banyak yang mengupasnya.
Sahabat teraswarta, dalam catatan ini saya ingin juga memberikan catatan saya tentang apa itu empat pilar kebangsaan. Sebuah catatan yang juga saya ambil dari beberapa sumber dan wacana informasi yang saya baca selain memang tentu kita pernah belajar tentang hal ini di sekolah kita masing-masing.
Empat pilar kebangsaan, tema yang rasanya memang harus kita ingat kembali dengan semakin derasnya gelombang modernisasi yang semakin mereduksi semangat nasionalisme bangsa Indonesia dalam fantasi labirin demokrasi yang menurut saya masih banyak konflik vertikal maupun horizontal dalam masyarakat.
Sahabat teraswarta terlebih dahulu kita mulai dari mengenal kata “Pilar”, pilar adalah tiang penguat atau penyangga, maka ketika kita hubungkan dengan empat pilar kebangsaan, artinya ada empat tiang penguat atau penyangga yang sama sama kuat, untuk menjaga keutuhan berkehidup kebangsaan Indonesia.
Dapat di mengerti kemudian jika 4 pilar kebangsaan adalah 4 penyangga yang menjadi panutan dalam keutuhan bangsa indonesia dan apakah 4 pilar itu tentu adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar, Bhineka Tunggal Ika, NKRI. Empat pilar kebangsaan yang layak kita kampanyekan untuk menumbuhkan kembali kesadaran cinta tanah air untuk seluruh rakyat Indonesia.
Sahabat teras yang berbahagia jika kita sadari 4 pilar ini sangat ampuh dan ajaib tentunya, yang hadir dalam fakta-fakta sejarah berikut juga bagaimana 4 pilar ini mampu bertahan dalam sebuah sejarah agung bangsa ini. Kemaknaan tentang ampuh dan ajaib ini sebenarnya telah termaktub dalam Preambule UUD’45. Maka jelas akan kita temui suatu rangkaian peristiwa sejarah sehingga membentuk tahapan filosofis NKRI.
Memaknai 4 alinea dalam Preambule UUD’45, ini merupakan rangkuman sejarah Bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda 1928, hingga dibentuknya NKRI melalui pengesahan konstitusi UUD’45 pada 18 Agustus 1945.
Alinea pertama, mengutarakan tentang sikap Bangsa Indonesia yang tidak mau dijajah dan tidak akan pernah menjajah dalam bentuk apapun, kemerdekaan ialah hak segala bangsa, hal ini menjelaskan bahwa setiap Bangsa memiliki harkat dan martabat hidup yang setara. Tersirat alinea pertama menceritakan komitmen “Bhineka Tunggal Ika”. Komitmen untuk bersatu menjadi sebuah cita-cita untuk Mengangkat Harkat dan martabat agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.
Alinea kedua,  menceritakan proses perjuangan dan pergerakan telah sampai pada saat yang berbahagia hingga mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan. secara tersirat menceritakan peristiwa 1 juni 1945 dimana Bangsa Indonesia Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Indonesia.
Alinea ketiga, atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, untuk mengangkat harkat dan martabat Indonesia pun menyatakan kemerdekaan.Ini sangat jelas menceritakan peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945.
Alinea keempat menceritakan peristiwa setelah Bangsa Indonesia merdeka yaitu didirikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berkedaulatan rakyat berdasarkan pancasila dan diatur dalam suatu Undang-undang Dasar, dengan sangat jelas menceritakan peristiwa Pengesahan UUD’45 dan Penetapan Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden RI oleh PPKI pada 18 Agustus 1945. Rumusan tersebut membentuk kerangka filosofis NKRI yaitu ; Sumpah Pemuda sebagai komitmen Bhineka Tunggal Ika, Pancasila Dasar Indonesia Merdeka, Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan UUD’45
Ke-4 Pilar ini merupakan kandungan dari 4 peristiwa yaitu ; Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Penetapan Pancasila pada 1 Juni 1945, Proklamasi 17 Agustus 1945, dan pengesahan UUD’45 pada 18 Agustus 1945, inilah kronologi terbentuknya NKRI.
Sahabat teraswarta, semoga ini mengingatkan kembali akan dasar-dasar negara kita ini. Semoga ini mampu pula menumbuhkan rasa kecintaan kita akan bangsa yang agung ini. (chip/teraswarta/berbagai sumber)