Rupiah Melemah
TERASWARTA – Ekonomi | Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih diprediksi melemah. Secara fundamental rupiah sulit untuk mengalami penguatan.

Hal ini disebabkan pasar masih menunggu rencana strategis yang akan dikeluarkan oleh pemerintah melalui pidato presiden yudhoyono akhir pekan ini. Rupiah berpotensi melemah pada kisaran Rp 10.840 per dollar AS dan bisa mencapai Rp 10.900 sampai Rp 10.940. Sedangkan apabila berhasil mencapai penguatan hanya berkisar di Rp 10.740 sampai Rp 10.700.

Ada beberapa indikator yang mempengaruhi rupiah yang terus mengalami pelemahan. Bukan hanya dari faktor ekonomi global saja. Cadangan devisa turun USD 92,6 milliar. Tingkat kepercayaan konsumen juga turun 108,4 pada bulan Juli, sebelumnya tercatat 117,1. Kondisi ini menunjukkan ketidakpercayaan pasar, termasuk investor asing yang menanamkan modalnya di Indonesia.
Sementara itu, sejumlah emiten BUMN melakukan buyback saham. Buyback yang dilakukan oleh BUMN ini sudah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang diharapkan dapat memicu kinerja pasar modal menjadi positif dalam waktu dekat dan mencegah berkurangnya likuiditas di pasar saham.
Langkah BUMN ini sebaiknya dilakukan bersama-sama dan kolektif. Sehingga dampak yang dirasakan bisa lebih besar dan konsisten serta berkesinambungan.
Beberapa kebijakan pemerintah yang ditunggu oleh pasar dan masyarakat tentu saja diharapkan mampu mengatasi melemahnya rupiah yang terjadi saat ini. Tak hanya bertumpu dengan kebijakan Bank Indonesia semata. Walaupun ancaman krisis sudah di depan mata. (Christin)