Ruang

Demikian….
Sebuah ruang kau berikan padaku untuk memilih…
Demikian….
Sebuah keiklasan yang aku tahu ketulusannya kau berikan padaku….Begitu indah bahkan istimewa….
Meski mungkin tiada kamu tahu….betapa itu dalam menikamku….
Tiada yang salah dengan ungkapmu….
Tiada yang salah dengan harap juga inginmu bagikuHanya….
Aku ingin ungkap dan katakan pula akan hatiku….

Ada satu ruang di hidupku….
Dan telah penuh oleh bahagiaku…
Dan….
Telah aku tutup rapat dengan kata “amin” dalam doaku…..

Maaf….
Ruang itu tiada lagi akan aku kosongkan….
Tiada lagi akan aku isi oleh harapan dan keinginan manusiawiku…..

Bukankan galau dan sedih hanya di miliki oleh mereka yang jatuh cinta….
Bukankah sakit hati…hanya di miliki oleh dua pribadi yang bersama…

Maka….
Biarlah ruang dalam hidupku….
Di penuhi oleh kata “amin” karena ada “malaikat” hatiku yg menghuninya…..

Bukan ku takut galau…
Bukan ku takut sakit hati….
Bukan pula ku tak lagi punya harapan….melainkan….
Karena ku yakin ruangan hidupku masih di huni “malaikat abadi hatiku”….

(by :anonim)