Social Media

TERASWARTA – Opini | Sosial media seolah menjadi hal yang wajib  bagi sebagian orang pengguna internet. Sosial media dan media sosial artinya cenderung sama yaitu sebuah tempat untuk melakukan aktifitas bersosialisasi, berbaur dan bergaul dengan orang lain.

Di kalangan pengguna internet pasti tidak asing dengan forum diskusi berbasis web seperti Kaskus, dan media – media online seperti yang saya tulis ini.  Tetapi demam sosial media mulai terasa tatkala booming situs pertemanan friendster. Banyak kalangan baik individu maupun instansi mulai merasa pentingnya menampilkan sosok pribadi maupun institusi ke orang lain.

Sosial media semakin semarak ketika jejaring sosial Facebook mulai dikenal oleh masyarakat dunia. Facebook seolah hal yang wajib bagi mereka yang selalu berkelana di dunia maya (internet), tidak memandang usia tua muda, bidang pekerjaan atau hal lain. Online bukan hal yang baru bagi kita sekarang ini. Informasi apa saja bisa diperoleh di sini. Akses facebook atau sosial media lainnya yang semakin mudah dan didukung perkembangan teknologi serta kemudahan akses internet. Sekarang inimudah dijumpai fasilitas yang mendukung sosial media selain memakai PC, laptop, tab dan aneka mobile device, tentu saja dengan pilihan harga yang bervariasi dengan kualitas yang berbeda pula.

Dengan adanya sosial media tidak kita pungkiri sederet manfaat ada di dalamnya. Satu hal yang paling penting adalah cepatnya informasi diterima, sebagai tempat untuk proses pembelajaran banyak hal oleh para penggunanya.

Yang sekarang ini terjadi, sosial media menjadi sebuah sarana untuk membentuk dan memperkenalkan produk bisnis baik barang maupun jasa. Individu atau badan-badan bisnis menggunakan sosial media untuk memperkenalkan produk mereka, sebagai tempat promosi murah meriah. Bisa juga sebagai sarana untuk bertukar informasi dengan cepat,diskusi, menghadiri seminar atau webminar, berbisnis, acara reuni atau ada juga yang mencari jodoh …

Sosial media seperti akun facebook, twitter dan situs sosial lainnya bisa dibilang sebagai tempat dimana setiap orang bebas untuk melakukan apa saja dan mendapatkan informasi tak terbatas.

Kebebasan tak terbatas di sosial media kadangkala membuat pengguna terjebak dalam situasi tidak nyaman, penipuan bahkan tindakan tak bermoral lainnya. Hal ini bisa terjadi apabila pengguna internet tidak bisa memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik. Sebagian orang menganggap sosial media merupakan tempat dimana mereka bebas mengeluarkan pendapat, catatan pribadi, seolah buku diary.

Disadari atau tidak, kita membawa semua nilai yang ada di diri pribadi masing-masing ketika hanyut dalam sosial media. Tanpa meminta penilaian dari orang lain, kita sendiri dapat menilai dari apa yang kita lakukan di sosial media. Sosial media merupakan dunia maya yang mirip dengan dunia nyata.

Dari ulasan di atas, pengguna sosial media tidak terbatas pada orang tua, dewasa, profesional atau bidang perkerjaan apapun melainkan anak-anak usia dini sudah menggunakannya. Di satu sisi banyak nilai manfaatnya, tetapi juga ada hal negatif yang perlu saling menyadari serta peranan orang tua agar mampu memberi pengarahan yang baik.

Hal apa saja yang ingin kita bagi di sosial media juga harus dipertimbangkan masak-masak. Misal akun jejaring sosial facebook menyediakan fasilitas “privacy setting” sehingga dapat memfilter informasi apa sajayang akan dibagi.

Fungsi sosial media ini kembali ke diri kita masing-masing. Jika tidak ingin membagikan informasi yang membuat anda tak layak dan baik, ya jangan dibagikan. Entah itu foto, video, catatan pribadi, teks, lokasi atau yang lainnya. Ikuti kata hati jangan sampai menyesal di kemudian hari. (Christin