Rock Fishing -IPWM- Gunungkidul
TERASWARTA – Tips | Memancing di laut adalah memang memiliki keasyikan tersendiri dan tentu saja berbeda halnya dengan memancing di kolam atau sungai. Saat ini utamanya, sungai-sungai tak lagi menawarkan ikan-ikan layaknya dulu  dimana banyak terdapat ikan yang bisa kita dapatkan.
Sungai sudah mulai terkena imbas limbah atau sampah yang membuat ekosistem di sungai rusak termasuk kemudian menyebkan keberadaan ikan menjadi berkurang bahkan hilang. Maka tak heran bila kemudian banyak yang beralih memancing di laut.
Hal positif lain saat pemancing beralih ke laut adalah semoga ikan yang di sungai aman dalam berkembang biak…hehehe. Di sisi lain memancing di laut memang sulit, kata banyak orang yang menjadi penghobi olah raga ini. Menjawab hal tersebut berikut adalah trik atau tips bagaimana mendeteksi keberadaan ikan di laut biasa berada :
Adanya sampah kayu :
Adanya sampah kayu yang terhanyut di tengah laut bisa kita harapkan ada ikan-ikan di sekitarnya. Hal ini lantaran batang kayu yang terhanyut membawa plankton-plankton yang menjadi kebutuhan makanan bagi ikan-ikan kecil. Dengan berkumpulnya ikan kecil maka kemungkinan terbesarnya adalah datangnya ikan-ikan predator lain yang mendekatinya.
Adanya gerombolan burung di atas air :
Adanya gerombolan burung camar atau yang lain di atas air laut juga bisa menjadi penanda bahwa di tempat itu ada kumpulan ikan-ikan yang di burunya saat mencari makan. Hal ini seringkali ada di pagi hari. Di yogyakarta bisa anda temukan di parang racuk, pantai baron, atau krakal apabila anda melakukan rock fishing.
Adanya karang-karang :
Di Yogyakarta ada banyak pilihan saat berbicara tentang karang laut. Hal ini tentu jelas kita bisa jawab lantaran memang sebagian besar pantai di yogyakarta di penuhi oleh bukit-bukit karang. Karang laut inilah yang biasanya menjadi tempat ikan berada dan berkumpul. Menjadi tempat bagi ikan-ikan kecil mencari makan dan berlindung dari serangan ikan predator besar yang memburunya.
Adanya Tubir laut :
Tubir laut yang adalah keadaan dimana air mendadak dalam atau bisa di katakan langsung berhadapan dengan laut dalam juga bisa menjadi harapan kita dalam memancing ikan. Arus yang besar di tepi-tepi jurang ini membawa plankton-plankton naik keatas. Maka tak heran jika banyak sekali yang memilih tempat ini untuk menunggu umpanya di sambar ikan besar. Tempat semaam ini bisa anda temukan di hampir seluruh pantai di Yogyakarta utamanya Gunungkidul.
Memancing Ikan Baramundi – Randusanga
Adanya Rumpon :
Rumpon-rumpon ini juga mengundang adanya ikan predator bagi ikan-ikan kecil termasuk umpan kita tentunya. Ini juga yang sata ini banyak digunakan para nelayan untuk menangkap ikan seperti di cirebon, Purbolinggo, Flores, dll. Sebuah tempat atau alat yang memang di desain secara khusus untuk mendekat ke pusat ikan berada.
Adanya Ranggon :
Keberadaan ranggon ini memang tak sepenuhnya berada di tengah laut melainkan di muara-muara yang biasanya dekat dengan pantai. Terdapat banyak hutan bakau dan berair dalam. Dalam ranggon ini disediakan adanya jebakan udang yang mengundang ikan predator besar seperti baramundi atau kakap merah mendekat. Tempat semacam ini bisa anda dapatkan di Brebes atau seputaran sungai-sungai yang berbatasan dengan laut di pantura jawa tengah.  
Demikian tips dan trik yang semoga bisa membantu anda mendeteksi keberadaan ikan. (teraswarta)