Ekonomi Indonesia Paska Ramadhan Berharap pada Kebijakan-Kebijakan BI

Mata uang rupiah dalam beberapa hari terakhir bergerak melemah seiring dengan cukup maraknya sentimen negatif di pasar uang domestik sehingga pergerakannya cenderung tertekan terhadap dollar AS.

Turunnya cadangan devisa pada bulan juli menjadi 92,671 milliar dollar AS serta tingginya inflasi menjadi salah satu faktor melemahnya nilai tukar rupiah.Beberapa ekonom memprediksi rupiah melemah pada kisaran Rp 10.400 sampai Rp 10.450.

Target inflasi yang ditetapkan sebesar 7,2 persen akan sulit tercapai karena tingginya laju inflasi bulan juli. Penyebab laju inflasi yang tinggi ini bukan hanya dipengaruhi oleh kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lalu, tetapi karena adanya kelangkaan pangan yang terjadi. Sebelum harga BBM naik harga pangan sudah terlebih dulu naik sehingga inflasipun menjadi tinggi. Laju inflasi yang tinggi saat ini juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global.

Bank Indonesia mempertahankan BI rate pada level 6,50 persen  sebagai penguatan kebijakan pengendalian inflasi dan pengelolaan neraca pembayaran yang lebih berkelanjutan serta diharapkan mampu menjaga stabilitas sistem keuangan.

Langkah-langkah dari kebijakan Bank Indonesia yang pertamaadalah penguatan operasi moneter untuk mengintensifkan pengendalian akses likuiditas yang cenderung meningkat paska ramadhan. Oleh karena itu BI akan menerbitkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI).

Langkah yang kedua yaitu menstabilisasi nilai tukar rupiah secara jangka panjang sesuai dengan kondisi perekonomian.
Langkah yang ketiga adalah Bank Indonesia akan melakukan pengawasan bank untuk mengendalikan pertumbuhan kredit yang dinilai masih relatif tinggi khususnya yang mengandung nilai impor tinggi.
Langkah yang keempat, Bank Indonesia akan menyempurnakan sejumlah ketentuan untuk pengembangan pasar valas domestik sekaligus meningkatkan pasokan valas secara lebih efektif termasuk ketentuan mengenai pemberian valas untuk bank, transaksi derivatif dan pinjaman luar negeri jangka pendek perbankan.
BI rate memang tidak naik tetapi kebijakan-kebijakan Bank Indonesia diharapkan dapat membantu penguatan rupiah dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang seimbang. (Christin)