Bukan anak kecil lagi

Remaja

Remaja

TERASWARTA – Opini | Masa remaja adalah masa yang biasa kita kenal dengan masa peralihan antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Dikenal juga dengan  istilah adolescence (remaja) yang  berasal dari kata latin adolescere yang artinya tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa.

Hurlock (2004: 206) dalam sebuah teorinya mendefinisikan bahwa “istilah Adolescene mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik” Pandangan ini juga diungkap oleh Piaget (dalam Hurlock, 2004: 206) yang mengatakan bahwa “secara psikologis, masa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia di mana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama…..”.

Lebih lanjut lagi Calon (dalam Monks, 2002; 260) menjelaskan bahwa “masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat-sifat masa transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status orang dewasa tetapi tidak lagi memiliki status kanak-kanak”. Sementara menurut Monks (2002: 262), masa remaja secara global berlangsung antara umur 12 dan 21 tahun.

Maka bisa dijelaskan tentunya apabila dalam-masa masa ini masa remaja adalah masa transisi yang penuh dengan hal baru, pengenalan pengalaman baru baik dalam pola pikir maupun juga pola interaksi baru dengan dunia sekitarnya.

Hal ini tentunya butuh pengawasan tersendiri lantaran bisa jadi istilah ‘pencarian jati diri” juga berada pada saat-saat ini. Masa dimana mereka harus membiasakan diri dengan kematangan fisik mereka sendiri dan juga emosional dalam kehdupan sosial tentunya.

Kenakalan seringkali terjadi dimasa-masa ini, lantaran perasaan bukan lagi sebagai anak kecil. Merasa menjadi sudah sepadan dengan yang di atas usia mereka sebenarnya lantaran perkembangan fisik yang ada. Keingin tahuan yang lebih termasuk dalam resiko sedang terkadang kematangan emosional belum mampu mencapainya.

Bagi anda yang masih dalam usia remaja, perlu menyadari saat-saat perkembangan ini sehingga akan lebih berhati-hati dalam mencari keingin tahuan akan hal baru yang “dewasa”. Lebih banyak belajar juga akan perkembangan diri sendiri bahwaanda belum sepenuhnya dewasa tentunya.

Bagi orang tua semoga menjadi paham bahwa anak mereka bukan lagi anak kecil lagi namun juga belum sepenuhnya dewasa sehingga mampu menempatkan diri dalam komunikasi dan pengawasan secara tepat.

Berikut adalah penggolongan usia perkembangan (remaja) tersebut :

Monks (2002: 262) menggolongkan masa remaja dengan

pembagian sebagai berikut:

(1) usia 12 tahun – 15 tahun adalah masa remaja awal,

(2) usia 15 tahun – 18 tahun adalah masa remaja pertengahan dan

(3) usia 18 tahun – 21 tahun adalah masa remaja akhir.

Sementara itu, menurut Hurlock (2004: 206), masa remaja

digolongkan menjadi:

(1) usia 13 tahun – 16 atau 17 tahun merupakan awal masa remaja

(2) usia 16 atau 17 tahun – 18 tahun merupakan akhir masa remaja

Semoga manfaat dan menambah pengetahuan kita bersama.