Brebes punya Pantai Randusanga Indah

Pantai Randusanga Indah-Brebes
TERASWARTA – Brebes | Team teraswarta.com masih berada di kota brebes. Berkeliling mengunjungi berbagai tempat wisata dan kuliner yang layak untuk diwartakan bagi semua sebagai sisi positif kekayaan alam dan kekayaan sebuah daerah.
Pantai Randusanga Indah atau yang oleh masyarakat biasa disebut sebagai Parin merupakan salah satu tempat wisata yang layak anda kunjungi meski memang tak dipungkiri ada sedikit kendala yang kita hadapi saat ingin ke pantai ini yakni angkutan.
Pantai ini memang terkadang masih sulit angkutan umum, sedang untuk mencapainya harus menempuh jarak kurang lebih 7 kilometer dari jalan utama pantura Brebes – Cirebon. Maka memang ada baiknya bila anda ke tempat ini menggunkan kendaraan pribadi lantaran tentunya akan lebih nyaman. Tentang kondisi jalan ke pantai sebenarya sudah sangat nyaman meski ada lubang-lubang kecil juga bau dari kotoran itik di sepanjang jalan masuk ke arah pantai , namun tentunya tak akan cukup berarti bila dibandingkan dengan keindahan pemandangan yang akan anda dapatkan.
Mulai jalan masuk anda akan di sodori pemandangan khas kota ini yakni hamparan ladang bawang merah serta jajaran ratusan kandang itik di sepanjang sungai di sisi kiri jalan. Telur asin yang dipajang dalam etalase juga tentunya.
Anda bisa juga singgah untuk mengenal bagaimana proses penanaman bawang merah sampai menjual atau juga tentang bagaimana memelihara itik petelur, sampai proses pembuatan telur asin yang menjadi salah satu ciri khas kota ini.
Sungai Pantai Randusanga Indah – Brebes
Hamparan tambak-tambak Bandeng dan rumput laut serta aktifitas para petaninya juga menjadi suguhan pemandangan unik tersendiri yang tak banyak terdapat di daerah lain.
Memasuki pantai anda akan memasuki wilayah dengan jajaran warung-warung kuliner yang juga siap memanjakan selera makan anda. Sajian makanan khas pantai tentunya. Di waktu tertentu anda juga bisa menikmati pemandangan aktifitas para nelayan dalam mencari ikan di pantai termasuk para pemacing dengan gubuk-gubuk yang seolah memanjakan para pemancing yang kebanyakan berburu ikan Baramundi atau Kakap Putih ini. Bukan hanya sensasi tarikannya melainkan juga rasa lezatnya.
Pantai yang dibangun dan diberdayakan oleh Pemerintah sejak tahun 2001 satu ini memang masih dalam proses penataan yang terus menerus. Hal ini tentunya juga terkait dengan muara-muara yang berhubungan langsung dengan pantai. Maka tidak mengherankan  bila sampah yang masuk menjadi tugas tersendiri bagi semua pihak untuk saling menjaganya dengan sadar sehingga obyek wisata yang ada akan menjadi semakin nyaman untuk dikunjungi.  
Cukup menarik bukan? Tak akan rugi berkunjung ke pantai ini bersama dengan keluarga dan orang-orang tercinta anda. (teraswarta)