Bagaimana bercerita tentang Tuhan???

berkaca…..retak kemudian hancur
menengok ke belakang….hilang arah dan kemudian jatuh
menengadah ke atas silau….lantas buta oleh sang kilau
sedang menunduk adalah hal terberat
tiap baitnya masih sama
tiap kata didalamnya masih kosakata itu-itu saja
tak rubah jalan cerita…..melulu begitu
membosankan dan memuakkan untuk dinikmati
atau harus berganti kisah???
apakah harus bercerita tentang Tuhan
sedang seakan tak pernah ada rasanya
sang skenario masih sibuk menorehkan kisah tanpa klimak
begitu saja ceritanya
membosankan dan melelahkan
seolah ingin beranjak pulang saja saat melihatnya
tanpa harus berfikir panjang tentang sebuah akhir kisah
perbandingkan masa lalu dengan kemudahan
perbandingkan masa itu mu dengan kilau keemasan hidup
baik dan buruk mendapatkannya sang skenario empunya cerita
begitu saja ceritanya
sedang dunia tak sekedar cerita
menontonnya saja aku muak
namun kini aku memerankannya
hampir di sepenuh hidupku
masih dalam bait dan kosakata yang sama
tentang Tuhan yang seakan tak ada
menanggung peran yang tanpa kata tamat
(by : http://www.kompasiana.com/chipriant)