Aku mencintaimu Indonesiaku

Cinta Indonesia

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka, nusa dan bangsa
Hari lahirnya Bangsa Indonesia….MERDEKA
S’kali MERDEKA tetap MERDEKA
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia….tetap sedia
Mempertahankan indonesia…

Sebuah bait lagu yang tak luntur dalam ingatan saya. Lagu yang terdengar sangat gempita dalam raungan pengeras suara dalam setiap karnaval dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. 17 Agustus 1945, sebuah hari bersejarah di mana bangsa ini menyatakan diri sebagai bangsa yang merdeka. Sebagai bangsa yang memiliki kedaulatan sendiri tanpa ada tekanan atau kuasa dari bangsa-bangsa lain. Sebuah tanggal bersejarah yang sekaligus menghiasi lambang negara kita GARUDA PANCASILA, bertahta dalam hitungan pasti pada kekhasan bulu sayap berjumlah 17 buah, bulu di ekor berjumlah 8 buah, bulu di pangkal ekor 19 buah, dan pada leher berjumlah 45 buah. Jelas itu adalah angka-angka yang mengingatkan kita pada hari bersejarah bangsa kita ini.
Di lanjutkan pada perisai di dada sang Garuda yang melambangkan kelima sila serta pita yang tergenggam erat pada jari-jari sang Garuda bertuliskan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda namun tetap satu. Sahabat teras, kita adalah bangsa yang memang merdeka dalam rentetan sejarah perjuangan para pahlawan negara tercinta ini. Perjuangan yang tak boleh kita lupakan begitu saja, meski telah maju dan berkembang pesat bangsa ini.
Sahabat teras yang berbahagia, mari kita ingat kembali jasa para pahlawan kita dalam memperjuangkan bangsa ini untuk merdeka. Mari sejenak kita renungkan bagaimana kita berada pada masa yang jauh lebih nyaman dari masa perjuangan kemerdekaan. Kita adalah penikmat hasil semata dari para pahlawan. 17 agustus 2013 ini kita akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa kita yang ke 68. Waktu yang tak lagi muda untuk bangsa ini. Yang telah terisi dengan begitu banyak cerita yang bahkan kadang lepas dari nilai-nilai yang terkandung dalam lambang negara kita.
Apakah yang telah kita berikan pada bangsa ini? Atau bahkan mengingat saja tak sempat kita lakukan? Memang tak lagi segegap gempita waktu saya kecil dulu, pawai bersama dengan berjalan kaki. Pawai antar desa dengan sepeda hias atau pawai tingkatkabupaten dengan memperagakan berbagai macam kekhasan bangsa Indonesia. Mungkin saya juga bukan pribadi yang tahu benar apa itu nasionalisme bagi bangsa ini hanya semoga kita masih ingat akan ada hari besar yang sangat bersejarah di tanggal 17 agustus nanti untuk kita peringati.
Semoga kita mampu menjadi bangsa dan pribadi yang mampu merdeka dari hal yang buruk terutama korupsi, kolusi serta nepotisme demi berkembang dan majunya bangsa kita Indonesia tercinta ini. Menjadi bangsa yang bermartabat dan terhormat di antara bangsa-bangsa yang lain.
Aku mencintaimu Indonesiaku.

(chip/*ilustrasi = bin.go.id)