Wajah Keheningan

Seperti langit…
Mengebu biru meski terlihat kelabu
Tetap ada meski kadang kasat mata
Berganti ribuan kerlip sang penumpang bernama bintang
Seperti bunga…
Mekar tanpa suara
Mewangi dalam hitungan hari
Dan layu tanpa ada yang tahu
Seperti bumi…
Setia menompang seribu orang
Tak mengeluh dalam peluh
Terinjak dan tak beranjak
Seperti burung…
Berkicau kadang sambil meracau
Biarpun tak ada yang mendengarkan tiap ia berdendang
Tetap setia pada pagi
Dan tak peduli ketika siang mengusirnya pergi
Dalam hadir yang terkadang tak terasa
Biarlah diamku tetap menyuarakan keberadaan
Lewat kata-kata kadang tak bersuara
Apalagi rasa yang sulit diraba
Seperti aku… ada…
(Septi Seleena)