“Uang vs Peluang”

Teraswarta – Opini | Sahabat teras yang berbahagia, dimanapun berada…Setiap insan dilahirkan tanpa membawa apa-apa. Yang dibawa adalah raga, pikiran dan hati yang diberi oleh Sang Ilahi. Proses pertumbuhan selalu ingin dipantau oleh sang orang tua. Dari melahirkan, merawat ketika bayi, tumbuh dan tumbuh menjadi pribadi yang dewasa. Ketika usia dewasa dan memperoleh pilihan hidup untuk bekerja, hal yang diutamakan adalah uang (hehm bagi kebanyakan orang lho …)

Terkadang kita berusaha lebih keras untuk mendapatkan uang yang lebih banyak, dengan mengeluarkan modal lebih banyak untuk mendapatkan uang yang lebih banyak, datang lebih pagi pulang paling akhir. Uang adalah satu-satunya benda yang paling berharga bagi kebanyakan orang. Dari judul tulisan “Uang vs Peluang” ini, mana yang lebih penting ?

Menjadi kaya adalah impian setiap orang pastinya. Tetapi ketika ingin menjadi orang kaya, maka yang menjadi fokus kita adalah uang bukan lagi peluang. Peluang itu lebih berharga daripada uang,tetapi peluang tidak akan datang begitu saja. Peluang dapat diciptakan yaitu dengan networking yang artinya memperluas jaringan dan koneksi. Semakin luas jaringan, semakin banyak pula peluang yang akan tercipta.

Salah satu cara untuk melakukan networking dengan cara membangun komunitas. Dimana komunitas merupakan kumpulan orang yang memiliki visi dan misi yang sama. Sebagai contoh banyak sekali komunitas sosial, komunitas wisata kuliner, komunitas bisnis dan masih banyak lagi. Ada dua pilihan untuk komunitas yaitu kita yang menciptakan komunitas sendiri atau gabung dengan komunitas yang sudah ada.

Menciptakan komunitas sendiri ini akan lebih leluasa dalam menciptakan peluang-peluang baru. Dalam menciptakan komunitas, kita harus mempunyai segmentasi yang jelas. Apakah komunitas bisnis, sosial, foto, bisnis atau lainnya. Untuk membuat komunitas yang besar, sebaiknya mempunyai tokoh penting yang bisa sebagai panutan komunitas. Dalam komunitas yang kita ciptakan sebaiknya membuat agenda rutin atau event, update informasi terkini atau gathering rutin. Dalam proses menciptakan komunitas ini yang ada adalah kita yang mengeluarkan uang, bukan mendapat uang. Tetapi tujuan di awal adalah menciptakan peluang bukanlah uang.

Hal penting yang sebaiknya dilakukan adalah merubah pola pikir mayoritas orang di dunia ini yaitu menukar waktu untuk mendapat uang.Pola pikir yang dirubah adalah bekerja dan menukarkan waktu dengan aset. Ketika kita sudah tidak bisa bekerja kembali karena alasan tertentu misal di PHK, iklim kerja kantor yang kurang nyaman, sakit atau alasan lainnya maka asetlah yang terus akan bekerja untuk kita.

Ada beberapa aset yang bisa menjadi pilihan. Yang pertama adalah aset kertas, aset berupa saham, reksa dana atau surat berharga. Aset ini tentunya butuh modal, alangkah baiknya dipelajari terlebih dahulu. Yang kedua adalah aset fisik, aset berupa bisnis atau property. Yang ketiga adalah aset maya, aset ini memang tidak kelihatan sahabat teras …  tetapi aset ini jauh lebih simpel dari aset-aset lain. Bisnis melalui online atau internet bukan hal yang baru sekarang ini. Tinggal bagaimana manajemennya ketika berbisnis online. Yang keempat adalah aset manusia, aset manusia di sini tidak mudah dan fleksibel. Tetapi aset ini bisa kita bangun melalui jaringan, membuat agen-agen marketing, agen asuransi dan masih banyak lagi. Banyak kendala yang dihadapi dalam membentuk aset ini, karena akan ada konflik, penolakan, tetapi ini tergantung dari mentalitas kita. Dengan membangun jaringan seperti ini kita saling belajar memahami satu sama lain, belajar tentang kepemimpinan, pengembangan diri dan yang lebih penting adalah komunikasi.

Sahabat teras, ini sekelumit inspirasi dan semoga kita sukses bersama-sama dan saling membantu satu sama lain untuk bangkit dan maju demi masa depan yang lebih baik. (Christin/*ilustrasi by : blog.rumah.com)