Indonesia sempat mengalami kehancuran ekonomi dan pasang surut perkembangan yang selama ini telah dibangun melalui sendi-sendi kebijakan orde baru serta terus melakukan perbaikan menyusun pondasi perekonomian. Negara yang tergolong sebagai negara berkembang  pasarnya juga dalam tahap berkembang meskipun bursa sahamnya berfungsi penuh dan diatur secara baik.Pasar modal di suatu negara berkembang atau negara maju dapat dilihat dari pendapatan perkapita. Karakteristik yang paling menonjol adalah dilihat dari nilai kapitalisasi pasarnya yaitu banyaknya perusahaan yang tercatat, komulatif volume perdagangan, ketatnya peraturan pasar modal, serta kemajuan teknologi pendukung dan budaya investor domestiknya.

Pasar modal di negara berkembang mempunyai konsekuensi nilai kapitalisasi pasarnya yang kecil. Kapitalisasi pasar biasanya dilihat dari rasio perbandingan dengan nilai Produk Domestic Bruto (PDB) suatu negara. Konsekuensi lainnya adalah terdapatnya volume transaksi perdagangan yang tipis, lebih disebabkan oleh ketidaksinkronan perdagangan di pasar. Perdagangan yang tidak sinkron disebabkan oleh banyaknya sekuritas yang tercatat tetapi tidak seluruhnya diperdagangkan atau tidak terjadi transaksi.

Iklim investasi di Indonesia masih terus mengalami perbaikan dan terus dijaga oleh pemerintah. Faktanya banyak investor asing yang menanamkan modalnya di negara ini. Di Indonesia bagi investor asing banyak terdapat perusahaan – perusahaan nasional yang notabene berada di sektor strategis negara, ditawar oleh institusi asing melalui akuisisi saham. Penanaman modal asing seharusnya mampu mendongkrak perekonomian secara makro karena adanya aliran dana masuk.

Investor asing menanamkan modal di negara berkembang dengan alasan umum yaitu negara berkembang potensi pasarnya belum tergali seluruhnya. Selain itu untuk menarik sumber daya alam, upah tenaga kerja yang masih murah, dan sebagai sasaran produk dan jasa. Alasan lainya adalah perbedaan yang mencolok dengan negara maju, negara berkembang itu dikategorikan bertumbuh (growth) sementara negara maju itu matang (matur). Hal ini bisa diartikan bahwa negara berkembang lebih mempunyai daya tarik dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan otomatis disertai return yang tinggi pula. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator agregat dari industri di suatu negara. Sebagai contoh bisnis telekomunikasi berbasis internet yang mempunyai pelayanan baik terbatas di kota-kota besar saja, di beberapa daerah ini merupakan pangsa pasar yang baru.

Dengan diperkenalkannya investor asing ke pasar tentu saja berfungsi sebagai katalis yang mendorong investasi lokal. Modal asing yang masuk ke negara tertentu mendorong bisnis di negara tersebut tumbuh dengan laju yang lebih cepat dibandingkan jika hanya memobilisasi sumber daya domestik saja. Aliran dana yang berasal dari portofolio investment ini sering dikawatirkan oleh pemerintah sebagai investasi spekulatif dan cenderung syarat akan aksi ambil untung (profit taking) di pasar modal. Selanjutnya dana seperti ini dapat menimbulkan ketidakstabilan ekonomi domestik.

Aliran dana dari investor asing ini seharusnya terus dijaga agar bisa menjaga kualitas investasi bukan kuantitas aliran dananya. Kualitas investasi ini artinya jumlah dana yang diinvestasikan secara jangka panjang dapat digunakan untuk membangun sektor riil. Secara sederhana dengan menjaga kestabilan ekonomi makro seperti terkendalinya inflasi dan tingkat pertumbuhan ekonomi. Salah satu cara untuk menjaga kestabilan ekonomi dengan menciptakan sistem pasar yang adil dan kompetitif. Artinya tidak ada pihak yang diuntungkan karena adanya informasi bias. Sebagai contoh adanya pungutan liar dalam memperoleh ijin pendirian perusahaan. Pungutan liar ini mengandung ketidakpastian harga yang tinggi karena tidak ada standar yang jelas dan dilakukan secara illegal. Pungutan ini dapat dikategorikan sebagai biaya, sehingga beban biaya produksi menjadi lebih tinggi.

Biaya transaksi yang terjadi berhubungan dengan kinerja ekonomi secara keseluruhan, semakin rendah biaya transaksi maka semakin terlihat suatu negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan.

Peran pemerintah sebaiknya mampu menjadi guarantor yang memberikan jaminan kepada investor baik domestik maupun asing. Kepastian ini bisa berupa kepastian hukum, kepastian kondisi politik untuk terus menjaga pertumbuhan ekonomi yang saling sinkron satu dengan yang lain. Kepastian hukum dan kondisi politik berkaitan erat dengan faktor budaya sumber daya manusia. Pemerintah yang bersih juga sangat berpengaruh pada tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara.Aliran dana asing ke pasar modal Indonesia sebaiknya juga disambut oleh investor domestik untuk meningkatkan kapitalisasi pasar. Sehingga pasar modal sebagai penggerak roda pembangunan dan peningkat kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Pasar modal tidak dikuasai oleh sebagian pihak saja melainkan bergerak bersama-sama antara pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat.

Pemerintah juga sebaiknya terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat supaya berani menjadi investor domestik. Sehingga pertumbuhan ekonomi terus meningkat dan terjaga, kestabilan pasarpun terjaga dengan baik dengan adanya iklim investasi yang sama-sama menguntungkan. (Christin)