Profil usaha
TERASWARTA – Profil | “Dulu sekali saya membuat sebuah bunyi-bunyian dari bambu ini yang terkenal dengan nama angklung oleh karena tangis anak pertama saya”. Ucap pak sumitra mengawali perbincangan saat team teraswarta.com berkunjung ke kediaman beliau.
Berawal dari sinilah pak sumitra memulai kisahnya sebagai pembuat angklung sampai terkenal seperti saat ini. Tentang  bagaimana tangis anaknya yang notabene penderita tunanetra, menangis meminta sebuah mainan yang saat ini disebut sebagai angklung membawa keberkahan tersendiri lantaran kemudian pak Sumitra menjadi terampil membuat alat musik tradisioanal ini. Sebuah karya yang muncul atas ketergerakan hati seorang ayah untuk memenuhi keinginan putranya.
Awal berkarya :
Pak sumitra adalah sosok yang sebenarnya berlatih secara otodidak dalam membuat angklung ini. Hal ini juga di tegaskan oleh anaknya mas gatot yang saat ini menjadi penerus usaha sang ayah dengan kualitas yang sama bahkan lebih baik lagi tentunya karena saat ini telah tersedia alat bantu untuk menemukan ketepatan nada dengan lebih baik.
Pak sumitra ini pada awalnya bertanya kepada orang yang mampu membuat angklung. Namun rupanya jawaban  yang didapatkan adalah jawaban di luar naluri akal biasa. Dalam jawaban orang yang ditanyai tersebut bahan membuatnya adalah bambu yang  wajib menghadap ke sumber air (telaga), bambu harus dipotong pada hari tertentu sesuai hitungan jawa, dan lain sebagainya.
Hati pak sumitra terus menolak jawaban yang baginya kurang masuk akal ini. Dia terus saja  membuat angklung ini dari berbagai macam bambu. Dia terus mencoba membuat, sampai dia temukan suara dan nada yang tentu saja juga dengan bantuan anak pertamanya yang tuna netra tersebut. Dari sinilah awal Bapak Sumitra ini membuat angklung, terus berlatih dan berlatih menemukan nada yang sesuai tanpa malu juga bertanya.
Mulai dikenal dan dipesan :
Akhirnya setelah menemukan bahan dan nada yang baik, rupanya mulai datang permintaan dari orang lain untuk dibuatkan angklung. Namun demikian Bapak Sumitra ini selalu meminta masukan juga kepada sang pembeli bila ada yang kurang sehingga bisa dia perbaiki. Hal ini juga yang membuat namanya dikenal tentunya karena pelayanan yang selalu memuaskan pemesan.
Saat ini usaha bapak ini telah berkembang cukup pesat. Pesanan datang dari hampir seluruh wilayah di Indonesia, bahkan telah menerima pesanan dari luar negeri juga. Saat ini juga telah tersedia angklung dengan nada yang tak hanya diatonis seperti awal dulu.
Profil usaha
Alat musik bambu lain dan pola pilah bambu :
 Apabila anda berkunjung ke rumah beliau ini akan ada juga alat-alat lain seperti suling membran bambu, alat tala bambu, dan lainya yang dihasilkan secara khusus oleh proses otodidak. Saat ini beliau dibantu juga oleh kedua anaknya terutama mas gatot. Saat tertentu juga memberdayakan masyarakat yag ada si sekitarnya bila ada pesanan yang banyak.
Dalam proses pemilihan bahan dan pembuatan angklung digunakan bambu yang alami dengan pola musim tebang sehingga bambu tidak akan termakan oleh hama atau lapuk. Untuk menyiasati hal ini keluarga ini biasanya telah “nando” menyimpan bahan ini kurang lebih satu tahun sebelum di buat menjadi angklung. 
Bagaimana anda memesan atau beli :
Di rumah bapak Sumitra ini juga menerima pesanan gamelan bambu. Harga tergantung dari besar kecil dan kelengkapan alat . Bisa juga dibeli satuan dengan nominal rupiah yang cukup terjangkau. Apabila anda tertarik untuk membeli atau sekedar datang untuk melihat proses pembuatan kerajinan angklung ini bisa menghubungi no.  08121558672.
Tak perlu jauh-jauh bukan menemukan alat musik angklung ini, lantaran di Yogyakarta ini ternyata ada pembuat angklung yang cukup terkenal seperti pak sumitra. Sebuah potensi yang pantas kita dukung dan berdayakan terutama bagi anda yang berkecimpung dalam dunia seni ini. (chipriant)