Learning From The Secret
TERASWARTA – Opini | Sahabat teras, ada sebuah buku yang cukup menarik untuk saya baca beberapa tahun silam. Sebuah judul yang mengetuk saya karena judul sebuah bab yang berbunyi “ Bodoh membuat anda berani mengambil resiko dan bertindak”. Dalam hati saya waktu itu bertanya-tanya apakah lantas kebodohan itu menghasilkan sebuah keberanian yang sebenarnya atau kebodohan itu menghasilkan keberanian dengan tanpa pikir panjang, yang lantas begitu saja bertindak tanpa berfikir sebuah kata “resiko” ? Setelah saya baca beberapa lembar didalamnya saya menemukan jawaban atas segala tanya sebelumnya.
Cukup sederhana saja yang diberikan sebagai jawaban, yakni dengan sebuah ilustrasi kisah sederhana pun mudah sekali dicerna. Kisah ilustrasi itu adalah munculnya dua tokoh yang diceritakan memiliki kepandaian dan latar belakang pendidikan yang jauh berbeda.
Satu tokoh adalah seorang lulusan sebuah perguruan tinggi dengan predikat lulusan terbaik sedang yang satu lagi adalah lulusan SMU. Sama-sama lulus sebenarnya namun tentu saja gelar yang meraka dapatkan berbeda. Lebih lagi tentu saja pola pikir yang dihasilkan. Begitu perkiraannya.
Dalam cerita tersebut sang tokoh yang lulus SMU saja memulai berkarir dalam berbagai macam kegiatan mulai dari sales, tukang becak. Bisa dikatakan semua hal dia coba, sampai-sampai ada pandangan si anak lulusan SMU ini adalah orang yang tidak konsisten hingga terakhir dia berjualan nasi kucing.
 Tokoh ke dua yang lulusan perguruan tinggi terkenal dengan predikat lulusan terbaik ini mulai juga sebuah usaha lengkap dengan anlisa bisnisnya, pertimbangan resiko, pertimbangan laba rugi dan sebagainya. Konsisten dengan sebuah usaha yang dia yakini bakalan menjadi perusahaan besar dan terkenal dengan penghasilan yang spektakuler. Seorang tokoh yang tidak hanya pintar namun juga penuh pertimbangan matang.
Sahabat teras, akhirnya dengan masa yang sama si lulusan SMU telah memiliki warung sego kucing berjumlah 20 warung. Penghasilan bersih yang dia dapatkan apabila satu hari Rp 50.000,00 x 20 warung = Rp 1.000.000,00 kemudian dikalikan 30 hari. Hasil akhir dalam setiap bulan yang dia dapat adalah Rp 30.000.000,00. Sementara si jenius dalam waktu tiga tahun masih berkutat dengan proporsional bisnisnya. Jadi sahabat teras tahu kan jawabannya.
Ini sekelumit pembelajaran dari sebuah buku yang saya baca beberapa tahun silam. Sebuah buku yang membawa sebuah pengertian bahwa terkadang kedgelapan di depan tak perlu cukup menakutkan kita dengan berlebihan. Kita tak perlu sepenuhnya takut akan pemikiran yang penuh teori yang terkadang justru membawa batu sandungan tersendiri dalam melangkah. Pengalaman rupanya tetap saja menjadi pelajaran terhebat dalam mencapai sesuatu, tak perlu takut mencoba adalah kata yang saya ambil dalam hal ini.
Perlu memang sebuah analisa atau apapun namanya dalam sebuah rencana, hanya belajar dari apa yang kita mampu dan miliki seperti si lulusan SMU yang berjuang hanya dengan kemampuan berhitungnya yang tak seberapa, mengandalkan otot dan juga kekuatan berjuangnya justru lebih mumpuni.
Sahabat teras tentu ini hanya sebuah catatan harian saja, sebuah opini dari sebuah bacaan the notes secret for my friend. Selebihnya adalah pilihan anda dan kita yang menetukan. Salam teras dan semoga bermanfaat….(chipriant)