Kurma oh Kurma

Manfaat Kurma

TERASWARTA – Kesehatan | Kurma ternyata mengandung rahasia medis yang positif. Banyak yang  mencatat hal ini termasuk tayangan beberapa hari yang lalu di sebuah stasiun televisi yang membahas tentang kurma ini. Ternyata dalam  setiap butir kurma mengandung kekayaan gizi, antara lain hidrat arang, serat, kalsium, potasium, dan zat besi. Ini dianggap sudah mampu mengganti energi.

Seratnya cocok untuk mengantisipasi sukar buang air besar. Sedangkan teksturnya yang halus itu cukup aman bagi lambung yang sensitif dan radang usus. Bukan hanya itu, kombinasi zat besi dan hidrat arang pada buah kurma sangat baik bagi penderita anemia dan lesu kronis. Hal ini senada dengan pentingnya kita menjaga kesehatan di bulan puasa ini tentunya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu sumber utama secara khusus Vitamin C memang berasal dari buah-buahan.  Kandungan energi atau kalorinya pun rendah, sebab buah-buahan memiliki kandungan lemak yang rendah. Dan kurma salah satu yang istimewa lantaran menyediakan kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga memungkinkan adanya ketersediaan energi yang tentu saja bisa dikatakan lebih tinggi dibandingkan dengan buah sejenisnya.


Selain itu, kurma mempunyai zat penting bagi metabolisme tubuh, terutama organ jantung dan pembuluh darah, yaitu kalium. Fungsi mineral ini membuat organ jantung dan pembuluh darah berfungsi baik, plus kian mengaktifkan kontraksi otot, serta membantu mengatur tekanan darah.

Hanya dengan memakan buah kurma lima butir per hari, itu sudah memenuhi persyaratan untuk kesehatan tubuh. Para peneliti menyimpulkan dengan hanya makan satu porsi ekstra makanan kaya kalium (minimal 0,4 setiap hari) risiko fatal stroke bisa diturunkan sampai 40 persen.

Batas krisis 400 mg kalium itu, sangat mudah. Anda penuhi dengan makan kurma kering sekira 65 gram saja (ekuivalen 5 buah kurma). Sebaliknya, mereka dengan konsumsi kalium kurang dari 2 gram per hari mempunyai risiko stroke fatal jauh lebih tinggi ketimbang yang lain. Kalium pun bisa memberikan atau menyuplai energi dalam mencegah stroke secara langsung, terlepas kondisi tensi saat itu.

Konsumsi ekstra kalium bisa menjaga dinding arteri tetap elastis dan normal, sehingga pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah. (*/ sumber dari : Dr. Louis Tobian dari Minnesota University)

Zat salisilat pun terkandung juga pada kurma. Seperti kita ketahui bahwa zat itu sering dipakai sebagai bahan baku aspirin : obat pengurang rasa sakit atau penghilang nyeri. Salisilat pun bisa memengaruhi prostaglandin (kelompok asam lemak hidroksida yang merangsang kontraksi otot polos sehingga menurunkan tekanan darah).

Ilmuwan lain selaku peneliti kurma dari aspek medis datang dari Jean Carper. Ia lewat karya tulisnya, “Your Miracle Medicine” menyoroti kurma mempunyai aktivitas seperti aspirin.

Kurma kering mempunyai kandungan aspirin alami sangat tinggi. Dalam beberapa macam buah seperti ceri, prune, dan kismis pun banyak mengandung kalium ikut beruntung karena mereka juga mengandung salisilat. Karenanya, para peneliti berharap, salisilat pada makanan seperti kurma bisa meredakan sakit kepala.

Saat ini buah kurma sudah ada dibanyak toko atau supermarket, jadi ada baiknya bila di masa puasa ini anda mengkonsumsinya. (teraswarta/*dari berbagai sumber)