Apabila anda berkeinginan melakukan ziarah atau wisata religi ke daerah jawa tengah tentu  tempat yang terbayangkan salah satunya adalah masjid Masjid Agung Demak atau menara Kudus.
Tempat-tempat ini memang selalu jadi jujugan utama para peziarah. Menara ini sendiri adalah menara yang memiliki sejarah sangat panjang bagi bangsa kita. Sebuah situs budaya yang selayaknya selalu di jaga dan di junjung. Masjid yang terletak di desa Kauman, kabupaten demak ini juga merupakan masjid tertua di Indonesia.
Masjid Demak ini juga diyakini sebagai tempat berkumpulnya para wali yang menyebarkan agama Islam di tanah jawa yang oleh masyarakat lebih akrab disebut sebagai    walisongo. Tempat yang dijadikan berkumpulnya ke-sembilan wali untuk menggali ilmu, beribadah, sampai dengan dialog penyebaran agama Islam itu sendiri. Maka tidak heran juga bila masjid ini juga menjadi saksi sejarah penyebaran agama Islam di tanah jawa selain bukti kemegahan Kasultanan Demak Bintoro pada masa itu.
Pendiri masjid ini adalah Raden Fatah, yaitu raja pertama dari Kerajaan/Kesultanan Demak Bintoro, sekitar abad ke-15 Masehi. Didirikan dalam bentuk bangunan limas dengan keunikan tersendiri.  Ditopang  dengan  4 pilar utama yang dibuat khusus oleh empat orang wali. Keempat tiang ini  yang lantas dijadikan sebagai soko Guru atau pilar utama. Jika  dihitung keseluruhan tiangnya sendiri berjumlah 128 tiang. Terbagi dalam masing-masing peran topang. Tiang penyangga bangunan masjid berjumlah 50 buah, tiang penyangga serambi berjumlah 28 buah, dan tiang kelilingnya berjumlah 16 buah di tambah dengan pilar utama yang 4 tadi.
Keunikan-keunikan tersebut adalah hal yang sangat luar biasa, terbentuk menjadi sebuah konstruksi bangunan yang sangat kokoh. Maka tidak heran jika sampai pada era ini, bangunan masih berdiri kokoh. Meski memang telah terjadi beberapa kali renovasi namun sebgaian besar masih asli.
Di  samping bangunan utama, juga terdapat serambi masjid yang berukuran 31 x 15 m  dengan panjang keliling 35 x 2,35 m, bedug dengan ukuran 3,5x 2,5 m, dan tatak rambat dengan ukuran 25 x3 m. 
Di lingkungan Masjid Agung Demak ini terdapat sejumlah benda-benda peninggalan bersejarah, seperti Saka Tatal, Dhampar Kencana, Saka Majapahit, dan Maksurah. Terdapat komplek makam sultan-sultan Demak dan  para abdinya, yang terbagi atas beberapa bagian.
Banyak sekali benda-benda bersejarah yang masih disimpan dengan baik. Cukup menarik bukan? Maka jika anda sedang berjalan-jalan ke arah jawa tengah. Tak ada salahnya untuk berkunjung ke Masjid Demak  ini. Selain sebagai tempat berziarah anda, anda juga bisa mengerti bagaimana keagungan sebuah karya masa lalu yang saat ini bisa menjadi bukti sejarah. (teras/*berbagai sumber)