malam masih akan lama berlalu
temani setiap mata yang tertutup temaram sang mimpi
kulihat rembulan sang penyinar malam
Bersinar dengan kesenduan matanya yang indah
namun yang aku lihat masih sepi dan sunyinya sang kegelapan
Ingin menangis meluap hentakkan amarah kegalauan hati
namun ku laki-laki
yang jauh dari kata layak melelehkan air mata tanpa arti
namun…
dalam tiap gores-gores kesakitan akan kerinduan datang
jerumuskan aku rengkuh hadirmu dalam kerinduan
menyeretku dalam sepinya sang malam
yang tak akan berubah meski ku teriakkan cinta lewat sang bintang
mungkin…
harap tak selalu menyatu degan sang nyata
kadang jiwa serasa kaku tak  bernyawa
hati tak dapat ku ingkari
jiwa tak dapat aku pungkiri
ingin ku ganti datang sang rembulan dengan hadirmu
meski sekedar lewat mimpiku…