Jadah Tempe
Salah satu obyek wisata di yogyakarta adalah kaliurang yang terletak di kaki gunung merapi. Hawa yang sejuk segar menyapa kulit kita saat kita memasuki daerah Pakem. Dari kejauhan juga semakin nampak gugusan gunung merapi yang berdiri kokoh dan gagah seolah menyambut kedatangan kita.

 

Memasuki pintu gerbang memasuki obyek wisata kita akan disuguhi pemandangan berupa taman-taman penghias hotel-hotel baik besar maupun kecil. Hal ini menjadi bukti juga bagaimana tempat ini menjadi jujugan untuk melepas lelah dan letih dari pekerjaan dan aktifitas bersama keluarga tercinta anda.

 

Harga yang ditawarkan juga cukup bervariatif mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Tersedia juga berbagai wisma yang menyediakan fasilitas-fasilitas yang mampu menampung kelompok-kelompok yang ingin mengadakan acara, seperti di wisma bethesda, wisma sejahtera, dan lain sebagainya.

 

Apabila anda berkunjung juga ada satu makanan yang harus anda coba yang tak terdapat di tempat lain, dan andaikan ada tentu cita rasanya lain. Makanan itu adalah jadah dan tempe yang rupanya juga menjadi makanan tradisional khas dari kabupaten sleman. Maka jangan heran bila makanan ini banyak sekali di jajakan di sekitaran kaliurang dan sekitar lereng merapi.

 

Makanan khas ini memang terdiri atas dua jenis makanan yakni jadah, makanan yang terbuat dari bahan beras ketan serta tempe yang diolah dengan cara dibacem sehingga rasa manis menjadi rasa dominan. Tak kurang dari itu beras ketan (jadah) tadi dimasak dengan menggunakan campuran santan kelapa sehingga menjadi semakin gurih saja.  Biasanya cara penyajian makanan ini menggunakan daun kelapa dan cabai yang menemani.

 

Mbah carik adalah salah satu nama yang bisa anda sebut menyertai nama jadah tempe. Nama carik sendiri adalah nama bagi seorang yang berkedudukan tertentu di sebuah desa atau kampung. Banyak kisah yang menceritakan nama mbah carik ini lantaran jadah tempe ini awalnya bukan makanan yang lazin untuk dinikmati masyarakat umum. Tersebutlah nama Sastro Dinomo yang biasa disapa mbah carik ini pada tahun sekitaran 1950an memperkenalkan makanan jadah tempe ini sampai akhirnya Sri Sultan Hamengku Buwono IX mencicipi makanan ini. Alhasil Beliau ternyata menyukai makanan yang di buat oleh mbah carik ini, sampai-sampai sering mengutus abdi dalem keraton untuk membeli makanan yang ada di kaliurang ini. Sudah barang tentu makanan ini kemudian menjadi terkenal berikut mbah carik yang membuat makanan ini. 

 

Makanan yang lezat dan gurih, terlebih bila disantap di kaliurang dengan ditemani segelas teh hangat. Harganya pun cukup murah, yakni anda bisa membelinya mulai dengan harga 10 ribu untuk satu bungkus daun pisang. Bahkan saat ini anda bisa menemukan makanan ini seperti di depan pasar demangan. Rugi rasanya bila anda tak turut mencicipi makanan yang disuka oleh Raja Yogyakarta ini, terlebih bila anda berkunjung ke kaliurang. (chipriant)