Gua Maria Sendang Sono

TERASWARTA – Religi | Pernah mendengar Goa Maria Sendang Sono? Saya kira ini bukan lagi hal yang aneh tentunya. Nama yang sejak saya kecil telah saya dengar keberadaannya. Gua ini terletak di Desa Banjaroyo – Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Rutenya memang sedikit membingungkan, namun sedikit saja bertanya Anda akan sampai tujuan. Bila anda berangkat dari arah Yogyakarta, anda tinggal menuju Tugu Yogyakarta lantas berjalan lurus ke arah barat sampai menemukan perempatan setelah sungai besar kali progo. Dari situ anda tinggal berbelok ke arah kanan mengikuti jalan utama. Sampai menemukan tanda penunjuk Gua maria Sendang Sono ini.

masuk ke Area Sendangsono, Anda akan melewati track yang cukup mengasyikan. Keindahan puncak perbukitan, hutan dan perkebunan akan menjadi penghibur di perjalan. Namun awas pandangan mata harus tetap ke depan, jalan berkelok2 dan jurang akan menjadi hal yang fatal jikalau Anda lalai dalam mengemudi. Jika Anda berangkat pagi sempatkan untuk berfoto2 dahulu di tengah perjalanan. Pastinya akan menjadi momen yang takterlupakan.

Gua maria ini diresmikan oleh Pastor RP Prennthaler, SJ. Goa ini merupakan kompleks bangunan bernuansa Jawa, dengan lingkungan alam yang asri dan sejuk. Dengan sumber mata air yang menjadi ciri khasnya. Hal ini juga asal muasal nama Sendang Sono ini. Kata sendang yang berarti mata air, dan Sono untuk nama pohon. Disebut Sendang Sono karena sendang yang memangku air berada persis dibawah dua pohon Sono. Pohon Sono yang berdiri tegak menjulang tinggi dengan rimbunan daunnya memberikan perlindungan pada sendang, sehingga panas tak mampu menyentuh dasar sendang, dan air pun tak pernah habis sampai saat ini. Bahkan telah dibuat kran-kran tersendiri bagi yang ingin mengambil air dari sumber mata air ini.

Ketika Anda sampai di Lokasi Gua Maria, Anda akan merasakan suasana hening, tentram dan damai. Alunan kicau burung dan desiran angin bersahut-sahutan di kejauhan. Namun jangan lupa untuk melakukan doa jalan salib di tempat yang telah disediakan. Sejak pagi hingga tengah malam goa ini tidak pernah sepi. Peziarah datang silih berganti secara berkelompok maupun sendiri-sendiri. Menunjukkan bagaimana tempat ini menjadi tempat yang diminati para diminati peziarah yang datang dari berbagai tempat di dalam negeri bahkan luar negeri.

Sendang sono ini juga memiliki keunikan berupa arsitektur jawa yang sangat ramah lingkungan. Arsitektur dengan sentuhan-sentuhan khusus dari almarhum Romo Mangunwijaya yang dibuat pada kisaran tahun 1974. Tak lupa kreasi seni yang terdapat pada dinding-dinging sepanjang jalan, terlebih pada jalan salib.

Apabila anda berkunjung ke sana akan anda dapati juga trap-trap yang unik, yang tampak indah di pinggir sungai yang sekaligus berfungsi sebagai tempat duduk bagi para pengunjung. Selain keunikan arsitektur dan keindahah alamnya, Sendang Sono juga menyimpan kisah besar sejarah gereja Katolik Indonesia. Sebuah relief sejarah tampak di samping kapel utama. Membawa peziarah ke tahun 1904 silam, dimana 173 penduduk desa berpakaian adat jawa dibaptis oleh Imam Jesuit, Romo Van Lith, dengan menggunakan air sendang.

Bapak Barnabas, katekumen pertama yang makamnya di sekitar goa. Merekalah cikal bakal gereja Katolik di Jawa Tengah. Peristiwa ini kemudian mendorong gereja menetapkan tempat ini sebagia tempat ziarah, wujud rasa syukur kepada Bunda Maria. Sedangkan dua kapel lainnya, kapel Maria Bunda Segala Bangsa terletak di pintu masuk, yang melambangkan berkat Maria untuk semua orang dari segala bangsa. Satu lagi kapel para rasul yang mengingatkan pada 12 rasul Yesus yang pertama.

Ketika Anda sampai di Lokasi Gua Maria, Anda akan merasakan suasana hening, tentram dan damai. Alunan kicau burung dan desiran angin bersahut-sahutan di kejauhan. Namun jangan lupa untuk melakukan doa jalan salib di tempat yang telah disediakan.(teraswarta)