Aku Sang Pemenang

Aku sang Pemenang

Aku sang Pemenang

TERASWARTA – Opini | Sahabat teras yang berbahagia, saya teringat sebuah contoh yang diberikan oleh seorang guru pada waktu duduk di bangku sekolah menengah atas disekitaran tahun 1995. Saat  mengingat tahun yang telah lama itu menyadarkan saya juga bahwa waktu itu tidak pernah berhenti untuk membiarkan kita tetap muda.

Waktu akan berjalan dan berlalu begitu saja tanpa peduli apa yang kita lakukan, kita alami atau kita jalani. Baik dan buruk, benar dan salah atau apapun bentuknya. Waktu tetaplah waktu yang bergulir begitu saja membawa pada usia kita masing-masing.

Sahabat teras yang berbahagia, pelajaran yang saya dapat dulu adalah sebuah kata-kata “ kita adalah pemenang bahkan sebelum kita tercipta menjadi sebuah embrio yang lantas berkembang menjadi sosok yang terlahir menjadi kita”.

Sahabat teras, memang benar kiranya contoh ini. Kita tahu bahwa sel telur itu hanya membutuhkan satu sel sperma untuk membuahinya. Dan hasil pembuahan itu adalah kita ini. Kita yang terlahir dengan segala keunikan yang ada dalam pribadi kita. Mungkin ungkapan ini pernah sahabat teras dengar, maka biarlah ini menjadi pengingat kita kembali.

Sahabat teras, kita adalah pemenang. Kita telah berjuang mengalahkan ribuan bahkan jutaan sel sperma yang berlari bersama kita waktu itu untuk mendekati sel telur dan membuahi. Menjadi kita berarti kitalah yang terkuat. Menjadi kita berarti kitalah yang menjadi jawara atas sel telur dalam kandungan ibu kita. Dan Setelah itu, di dalam kandungan ibu kita, Kita juga berjuang untuk bertahan hidup, menghisap apa yang diasup oleh ibu kita. Segala hal yang kita pilih untuk berkembang di dalam kandungan. Tentu tanpa lepas dari peran sang ibu bagi kita terutama Tuhan dengan kemisterian-Nya.

Sahabat teras yang berbahagia, pesan yang ingin saya dan kita ambil adalah bahwa kita tak seharusnya menjadi yang terkalahkan. Bahwa tak seharusnya anda dan saya menjadi pribadi yang menyerah begitu saja oleh keadaaan apapun. Memang terkadang setelah kita paham apa perjuangan hidup, memang tak semudah yang terkatakan ini. Maka jika dulu ada ibu yang membantu kita berkembang, semoga ilmu, teman, potensi mental kita yang baik yang akan menjadikan kita juga sebagai pemenang dalam bidang kita masing-masing. Pantang menyerah seperti saat kita berlari menjadi yang terkuat untuk membuahi sel telur.

Dan satu lagi ada Tuhan yang empunya sang misteri hidup kita. Ada Tuhan yang selalu baik bagi hidup kita, apapun agama dan kepercayaan kita.

Tekanan memang tidak akan pernah lepas dari hidup kita, sebagian ada yang berhasil melaluinya ada juga yang merasa tak mampu bahkan saya pun merasakan apa kejatuhan itu. Entah karena putus asa, entah karena lelah mencari jalan kerap kali orang kemudian mencari jalan pintas. Ada yang kemudian menghalalkan segala hal meski tak sesuai kaidah yang benar atau yang terburuk bahkan mengakhiri hidupnya dengan begitu saja.

Sahabat teras, saya juga bukanlah orang yang berhasil atau jauh dari tekanan hidup. Hanya saya mencoba belajar sedikit demi sedikit untuk melalui tekanan demi tekanan hidup baik besar dan kecil. Caranya dengan apa? Dengan mencoba mengambil contoh-contoh positif dari manapun seperti kisah kita “sel sperma yang menang”.

Sahabat teras, semoga ini bermanfaat apapun warnanya juga maknanya. Saya dan anda sendiri penentunya. Akan menjadi pemenang atau sekedar menjadi yang terbelakang, kalah dan mati sia-sia. (chipriant)